Home » , » Target Belum Tercapai, Pemkab Blora Minta Proyek City Gas Dilanjutkan

Target Belum Tercapai, Pemkab Blora Minta Proyek City Gas Dilanjutkan

infoblora.com on Nov 3, 2018 | 11:41 PM

Meteran jaringan gas rumah tangga di Desa Sumber Kecamatan Kradenan belum semuanya teraliri gas. Bahkan banyak yang rusak karena tak kunjung digunakan. (foto: dok-infoblora)
BLORA. Pemerintah Kabupaten Blora menginginkan proyek jaringan gas rumah tangga (jargas) atau city gas di kawasan Central Processing Plant (CPP) Proyek Pengambangan Gas Jawa (PPGJ) Blok Gundih, Kecamatan Kradenan bisa dilanjutkan. Pasalnya dari target 4000 sasaran rumah tangga (SR) di tujuh desa yang telah dibangun sejak 2013 lalu, hingga kini baru ratusan SR di Desa Sumber saja yang bisa menikmati manfaat jaringan gasnya.

Hal itu diutarakan Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si ketika menerima kunjungan kerja tim Komisi VII DPR RI yang membidangi ESDM, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi di kantor Pertamina EP IV Cepu, Jumat (2/11/2018) lalu.

“Sesuai arahan dan usulan Bapak Bupati terkait jaringan gas rumah tangga agar terus dilanjutkan. Maka hal ini kami sampaikan langsung kepada Komisi VII DPR RI supaya direspon. Akan ditindaklanjuti dengan mengundang Dirjen Migas dan PGN (Perusahaan Gas Negara) guna membahas hal tersebut, mungkin ada kendala dan bagaimana penyelesaiannya,” ucap H. Arief Rohman M.Si.

Ketua tim Komisi VII DPR RI yang datang ke Blora, Jumat lalu, Ir. H. M Ridwan Hisyam yang juga politisi Golkar ini pun sepakat untuk mendorong kelanjutan jaringan gas rumah tangga (city gas) sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar PPGJ. Karena menurutnya city gas yang masuk ke pemukiman diyakini sangat ekonomis bagi masyarakat.

“Dari laporan Bupati dan Wakil Bupati, city gas baru berjalan beberapa saja dan ini akan kami dorong agar bisa berjalan lagi,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Zaki Bachroni ketika dihubungi kemarin membenarkan jika belum semua warga di Desanya bisa menikmati manfaat jaringan gas rumah tangga. Padahal pembangunan jaringan gasnya sudah dimulai sejak 2013 lalu.

“Manfaat jaringan gas rumah tangga ini luar biasa bagi masyarakat, mereka lebih hemat dan aman menggunakan jargas. Harapannya kedepan untuk segera mengaktifkan lagi sisa jargas yang sudah terpasang di rumah warga. Pasalnya sejak diujicobakan Juli 2016 lalu, baru sekitar 650 SR yang sudah tersambung,” ucap Zaki Bachroni.

Disela kunjungan Komisi VII DPR RI di Pertamina EP IV Cepu, Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si (berbatik hitam) menyampaikan permintaan kelanjutan proyek city gas. (foto: dok-infoblora)
Zaki menyatakan bahwa dari 13 dukuhan yang ada di Desa Sumber, baru 7 dukuhan yang terpasang jaringan gas. Masih ada 6 dukuhan lagi yang belum terpasang.

“Semoga benar-benar bisa dilanjutkan agar tidak terjadi kecemburuan sosial,” lanjut Kades Sumber ini.

Lain halnya dengan Kepala Desa Mojorembun, Syaifudin Zuhri, yang wilayahnya juga masuk ring satu CPP PPGJ Blok Gundih. Sejak dipasangi jaringan gas pada tahun 2013 lalu, hingga kini belum ada rumah warganya yang teraliri gas. Bahkan beberapa jaringan yang terpasang rusak karena tak kunjung terpakai.

“Jaringan gas rumah tangga itu apa? Mungkin warga kami sudah lupa karena sudah terlalu lama dipasangi alatnya namun tak kunjung mengalir gasnya. Ya mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” ungkap Kades Mojorembun. (res-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2018. infoblora.com - All Rights Reserved