Home » , , » Bupati : Tak Punya Inovasi, Kepala Desa Harusnya Malu

Bupati : Tak Punya Inovasi, Kepala Desa Harusnya Malu

infoblora.com on Nov 24, 2018 | 10:21 PM

Bupati Djoko Nugroho (hijau) sedang melihat berbagai produk olahan yang merupakan hasil inovasi Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan dalam BID 2018. Bupati ingin semua desa di Kabupaten Blora memiliki inovasi. (foto: res-infoblora)
BLORA. Bupati Djoko Nugroho menekankan kepada seluruh Kepala Desa (Kades) untuk terus melakukan inovasi dalam menjalankan kepemimpinan di pedesaan, khususnya inovasi yang berkaitan dengan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat agar perekonomian desa tumbuh dengan baik.

“Kali ini banyak inovasi desa yang dipamerkan disini. Memang belum semuanya karena tiap Kecamatan hanya menampilkan beberapa desa yang sudah punya inovasi. Kades-kades lainnya yang belum punya inovasi harusnya malu melihat desa lain sudah lebih dulu maju dengan inovasinya,” tegas Bupati.

Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Djoko Nugroho di hadapan seluruh Kades dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se Kabupaten Blora ketika menghadiri Bursa Inovasi Desa (BID) di Alun-alun, 14 November lalu.

Bupati lantas meminta agar seluruh Kades bisa melihat potensi desanya dan memetakan kebutuhan masyarakat guna merumuskan inovasi yang cocok.

“Dana Desa setiap tahun selalu meningkat, jangan digunakan untuk bangun talud terus. Lakukan inovasi, perbanyak pemberdayaan masyarakat. Tolong Pak Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa bisa merumuskan Perbup sepuluh persen atau berapalah dari Dana Desa untuk pemberdayaan,” lanjut Bupati.

Dengan adanya peningkatan pemberdayaan masyarakat itu diharapan Kades bisa berinovasi dengan membuat program program unggulan disesuaikan potensi masing-masing. Bisa berbasis potensi pertanian, kerajinan UMKM, atau perdagangan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Gunadi S.Sos, M.Si dalam penjelasannya membenarkan jika jumlah dana desa yang semakin meningkat tetapi pemanfaatannya oleh pemerintah desa belum optimal. Sehingga butuh adanya contoh agar bisa ditiru.

“Kurangnya pengetahuan pemerintahan desa akan kegiatan yang inovatif sehingga memerlukan contoh-contoh kegiatan yang inovatif. Oleh karena itu kami selenggarakan Bursa Inovasi Desa ini untuk memberikan contoh kegiatan inovatif untuk dicontoh (direplikasi) oleh desa dan dianggarkan melalui APBDes tahun 2019,” terangnya.

Pelaksanaan BID ini sendiri menurutnya ada beberapa kegiatan, pertama capturing adalah pendokumentasian inovasi yang telah dilaksanakan oleh desa. Kemudian hasil dari capturing dipamerkan pada acara Bursa Inovasi Desa (BID).

“Bursa ini bukan pameran barang, tapi pameran gagasan dan ide. Kegiatan diikuti oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) dari 16 Kecamatan yang dengan menampilkan 43 Kegiatan Inovatif,” pungkasnya.

Dalam Program BID ini kepala Desa, BPD dan tokoh masyarakat diundang untuk melihat inovasi-inovasi yang telah disajikan. Diharapkan desa-desa mengisi kartu komitmen yang telah disediakan oleh Tim Inovasi Kabupaten untuk mereplikasi atau mencontoh inovasi-inovasi yang sekiranya cocok dilaksanakan di desanya masing-masing.

Dengan demikian, diharapkan pemanfaatan dana desa di tahun-tahun kedepan lebih inovatif. Dalam melakukan replikasi, desa nantinya akan dilakukan pendampingan oleh tim.

Ada tiga jenis inovasi yang disajikan dalam Bursa Inovasi Desa ini adalah Inovasi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Inovasi Kewirausahaan dan Pengembangan Ekonomi Lokal dan Inovasi dalam bidang Infrastruktur. (res-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2018. infoblora.com - All Rights Reserved