Home » , » Pembangunan Jembatan Bengawan Solo di Kradenan Setidaknya Butuh 60 Miliar

Pembangunan Jembatan Bengawan Solo di Kradenan Setidaknya Butuh 60 Miliar

infoblora.com on Sep 25, 2018 | 8:35 AM

Pembangunan Jembatan Bengawan Solo di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora direncanakan menelan dana 60 miliar. (foto: ilustrasi pembangunan jembatan Bengawan Solo di Bojonegoro | antara)
BLORA. Perencanaan pembangunan Jembatan Bengawan Solo di wilayah Blora Selatan yang akan menghubungkan Desa Medalem, Kecamatan Kradenan menuju Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro (Jatim) terus dimatangkan.

Wakil Bupati Blora, H.Arief Rohman M.Si ketika menghadiri acara pengajian di Kecamatan Kradenan, Senin (24/9/2018) lalu menyampaikan bahwa untuk membangun jembatan penghubung dua propinsi ini setidaknya butuh anggaran sekitar 60 miliar.

“Rencana membangun jembatan di Medalem terus kita matangkan. Setidaknya butuh anggaran sekitar 60 miliar hingga 80 miliar untuk membangun jembatan itu. Kita terus melakukan komunikasi dengan Pemkab Bojonegoro, begitu juga dengan Pemprov Jateng,” ucap Arief Rohman.

Pasalnya menurut dirinya, dengan anggaran sebesar itu tidak akan bisa ditanggung oleh Kabupaten Blora sendiri. Melainkan harus gotong royong dengan Bojonegoro dan meminta bantuan Pemprov Jateng, bahkan Pemprov Jatim.

Wakil Bupati Blora, H.Arief Rohman M.Si ketika menghadiri pengajian di Kradenan, Senin (24/9/2018) lalu menyampaikan rencana pembangunan jembatan Bengawan Solo. (foto: dok-res)
“Jembatan ini nantinya akan membuka akses ekonomi bagi warga Blora yang ada di Kradenan dan sekitarnya. Begitu juga wilayah Ngraho yang akan ke Kradenan bisa lebih cepat ketimbang memutar lewat Cepu yang jaraknya berpuluh kilometer,” lanjutnya.

Ia mengatakan, sebelum menghadiri pengajian itu dirinya telah bersilahturahmi dengan Bupati Bojonegoro yang baru, Anna Muawannah pasca dilantik sehari sebelumnya, guna membangun komunikasi yang baik. Yang tidak lain untuk menyatukan program pembangunan jembatan dari masing-masing wilayah.

Diketahui bersama, di masa kepemimpinan Bupati Bojonegoro sebelumnya, Suyoto, Pemkab Bojonegoro telah bersedia patungan anggaran untuk membangun jembatan tersebut. Sehingga dirinya merasa perlu menjalin komunikasi yang sama dengan Bupati yang baru.

(berita terkait : klik - Blora dan Bojonegoro Sepakat Bangun Jembatan Bengawan Solo di Medalem)

“Kami bersama Pak Bupati Djoko Nugroho akan habis masa jabatan pada tahun 2021. Sehingga ditargetkan pembangunan jembatan nanti bisa diselesaikan sebelum masa jabatan kami habis,” pungkasnya. (res-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2018. infoblora.com - All Rights Reserved