Blora on News :
Home » , » Blora Belajar Penyusunan Perda Penyelenggaraan Pendidikan Madin ke Situbondo

Blora Belajar Penyusunan Perda Penyelenggaraan Pendidikan Madin ke Situbondo

infoblora.com on May 16, 2018 | 8:28 AM

Studi tiru Pemerintah Kabupaten Blora di Situbondo Jawa Timur terkait penyelenggaraan pendidikan Madin. (foto: dok-ib)

BLORA. Keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan Madrasah Diniyah (Madin) mulai diwujudkan dengan menggagas penyusunan perda. Dimana terlebih dahulu dilakukan studi tiru ke Situbondo, Jawa Timur tentang Perda Kabupaten Situbondo tentang penyelenggaraan pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Menurut Kabag Humas dan Protokol Setda Kab.Blora, Hariyanto SIP, M.Si, studi tiru dipimpin langsung oleh Wakil Bupati, Blora H. Arief Rohman M.Si, Senin ( 14/05) dengan diikuti anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliah (FKDT) Blora, Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 100 orang.

“Rombongan diterima langsung oleh Wakil Bupati Situbondo, Ir H. Yoyok Mulyadi M.Si, Kepala Kemenag serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Aula Lantai II Pemkab Situbondo,” ucapnya ketika dihubungi Rabu (16/5/2018).

Sebelum membuka sesi tanya jawab di hadapan peserta, Wakil Bupati berkesempatan memberikan pemaparan mengenai potensi wilayah yang ada di Situbondo. Mulai pembahasan sumberdaya manusia, letak geografis hingga jumlah penduduk yang mencapai sekitar 700 ribu jiwa.

Wakil Bupati menyatakan beberapa hal yang telah dilakukan pemerintah daerah ialah membuat sistem pemerintahan yang cepat dalam segi pelayanan terhadap masyarakat. Perekrutan tenaga IT maupun akuntansi yang baru guna membantu pelaporan administrasi. Sehingga sesuatu yang dianggap sulit sebelumnya menjadi lebih mudah.

Dalam hal peningkatan mutu pendidikan diantaranya membuat dan merumuskan Perda tentang penyelenggaraan pendidikan Madrasah Diniyah dan Perbup tentang baca tulis Hafal Alqur’an untuk sekolah Dasar di Kabupaten Situbondo.

Selain itu, di Situbondo juga ada sekitar 3.500 perkumpulan Solawat Nariyah yang tersebar dan terus menjalin hubungan antara umaro’ maupun ulama’. Agar tercipta hubungan yang harmonis dengan masyarakat, sehingga perda maupun Perbup yang telah ditetapkan dapat diterapkan oleh masyarakat bersama para ulama’ dengan baik.

Sementara itu, masih menurut Hariyanto, Wakil Bupati Blora H. Arief Rohman M.Si menegaskan, penyebab Pemkab Blora melakukan studi tiru salah satu karena mendengar bahwa kemakmuran Situbondo diperoleh melalui Solawat Nariyah dari salah satu tokoh agama di Situbondo. Maka Pemkab Blora juga akan menerapkan hal yang sama.

“Kami bercita cita meniru Perda dan Perbup yang diterapkan Situbondo agar bisa di implementasikan di Blora,” ujarnya seolah menirukan kalimat Wakil Bupati Blora.

Studi tiru diakhiri dengan dialog dan tukar menukar cindera mata oleh Wakil Bupati Situbondo kepada Wakil Bupati Blora, dan sebaliknya. (res-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

PIALA DANDIM 0721/BLORA

PIALA DANDIM 0721/BLORA
 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved