Home » , » Jadi Percontohan Pertanian Modern, Pedesaan Dogati Blora Ditata Kementerian ATR/BPN

Jadi Percontohan Pertanian Modern, Pedesaan Dogati Blora Ditata Kementerian ATR/BPN

infoblora.com on Dec 13, 2017 | 3:01 PM

Bupati Djoko Nugroho (kiri) menghadiri workshop penataan kawasan pedesaan Dogati yang diselenggarakan Kementerian ATR/BPN di Jakarta (6/12/2017) lalu. (foto: dok-ib)
BLORA. Setelah dijadikan sebagai wilayah percontohan atau pilot project pelaksanaan pertanian modern di Indonesia, kini kawasan Desa Doplang, Gabusan dan Jati (Dogati) yang ada di Kecamatan Jati akan dilakukan penataan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Seperti yang dikutip dari laman www.suara.com, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menaruh perhatian pada penataan kawasan pedesaan di dua Kabupaten di Indonesia. Selain Kabupaten Samosir Sumatera Utara, juga Kabupaten Blora, dalam dua tahun terakhir.

Saat pelaksanaan Workshop Penataan Kawasan Kabupaten Blora dan Kabupaten Samosir, di Jakarta, (6/12/2017) lalu yang dihadiri Bupati Blora Djoko Nugroho, Direktur Penataan Kawasan Ditjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Agus Sutanto mengatakan bahwa kawasan pedesaan harus ditata dengan memperhatikan keunggulan dan karakteristik sebuah daerah.

“Diketahui bersama bahwa di Kabupaten Blora, tepatnya kawasan Dogati telah dijadikan sebagai pilot project kawasan pertanian modern di Indonesia yang dilaksanakan oleh masyarakat (kelompok tani). Sehingga agar pemanfaatan lahan untuk pertanian modern tersebut tidak semrawut, maka Kementerian ATR/BPN ikut melakukan penataan ruang,” ucapnya.

Menurutnya peningkatan kualitas tata ruang kawasan pedesaan yang dilakukan oleh Direktorat Penataan Kawasan diharapkan tidak berhenti pada penyusunan masterplan kawasan, tapi sampai ke level perwujudan kawasan dengan berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait.

“Terdapat tiga unsur untuk menjamin kelanjutan dalam penataan kawasan pedesaan. Pertama, aspek sosial harus menjadi penerima manfaat utama dalam kawasan pedesaan. Kedua, aspek ekonomi dimana kegiatan ekonomi tidak bergantung dari pihak luar. Ketiga, aspek lingkungan dimana pemanfaatan hasil alam dan pembangunan tidak memberikan dampak negatif," kata Agus di Workshop Penataan Kawasan Kabupaten Blora dan Kabupaten Samosir, di Jakarta, (6/12/2017) lalu.

Sementara itu Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan kesiapannya untuk mewujudkan masterplan kawasan Dogati di tiga desa (Desa Doplang, Desa Gabusan, dan Desa Jati) yang letaknya ada di wilayah Blora Selatan bagian barat, berbatasan dengan Kabupaten Grobogan.

“Komoditas utama di tiga desa itu adalah agribisnis berupa padi, jagung, kedelai dan sapi potong. Kawasan Perdesaan Dogati memiliki produktivitas jagung yang tinggi, meskipun dengan pasokan air terbatas. Kami siap untuk mendukung penataan ruang disana demi majunya ekonomi kawasan Dogati,” ujar Djoko Nugroho. (res-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2018. infoblora.com - All Rights Reserved