Blora on News :
Home » , » Tekan Angka Laka Lantas Kalangan Pelajar, Satlantas Blusukan ke SMA

Tekan Angka Laka Lantas Kalangan Pelajar, Satlantas Blusukan ke SMA

infoblora.com on Sep 14, 2017 | 6:30 AM

Ratusan pelajar SMA Negeri 1 Ngawen mengikuti program safety riding dari
Satlantas Polres Blora. (foto: dok-ib)
NGAWEN. Masih tingginya angka kecelakaan di kalangan pelajar membuat jajaran Satlantas Polres Blora melakukan terobosan untuk melakukan pencegahan. Salah satunya dengan blusukan ke SMA dengan melaksanakan sosialisasi safety riding bagi para pelajar sekolah menengah.

Seperti yang dilakukan pada hari Selasa (12/9/2017) lalu di SMA Negeri 1 Ngawen. Ratusan pelajar dikumpulkan oleh guru-guru atas arahan petugas Satlantas Polres Blora di lapangan sekolah. Mereka diberikan contoh tentang cara mengendarai motor yang benar dan dipersilahkan mempraktekkannya di depan polisi.

Tidak ada rasa canggung atau malu, siswa siswi SMA Negeri 1 Ngawen itu pun mencoba mengendarai motor dengan melewati rintangan yang telah ditata sedemikian rupa oleh petugas Satlantas Polres Blora.

Kasatlantas Polres Blora AKP Febriyani Aer SIK kepada awak media mengatakan ada beberapa materi yang diberikan kepada para pelajar. Antara lain, tentang berkendara yang baik di jalan raya, pentingnya menggunakan helm standar (SNI), surat-surat kendaraan yang harus dibawa, dan rambu lalu-lintas.

Tak hanya itu, para pelajar juga diberi pengertian tentang proses menempuh ujian SIM serta tata cara berkendara yang baik dan benar. Mulai dari pengecekan kendaraan bermotor sampai dengan mengendarai di jalan raya.

”Digelarnya kegiatan ini dalam rangka memberikan pembelajaran kepada para pelajar agar menjadi pengendara yang baik. Kami berharap dengan adanya kegiatan semacam ini, bisa memberikan wawasan dan kesadaran bagi para pengendara,” kata Kasat Lantas Polres Blora AKP Febriyani Aer, S.I.K.

Dikatakan para pelajar sejauh ini memang memiliki risiko tinggi dengan kecelakaan. Penyebabnya, mereka belum memahami dengan baik aturan berkendara di jalan raya. Selain itu tingkat emosional tinggi, kontrol terbatas, belum memiliki risiko tanggungan keluarga juga jadi faktor lainnya.

“Kami ingin pelajar menjadi agen-agen pelopor keselamatan berlalulintas di lingkungan sekolahnya, lingkungan keluarga, dan masyarakat. Kami berharap mereka benar-benar mengerti bahwa keselamatan untuk dirinya sendiri bukan untuk orang lain,” pungkasnya. (res-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved