Blora on News :
Home » , » Seorang Pria Ditemukan Tewas di Lokalisasi Yangjrong Kunduran

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Lokalisasi Yangjrong Kunduran

infoblora.com on Aug 14, 2017 | 12:30 AM

Petugas melaksanakan identifikasi mayat Sutiyono yang ditemukan tewas di lokalisasi. (foto: dok-ib)
BLORA. Seorang pria setengah baya ditemukan tewas di salah satu wisma yang berada di kawasan lokalisasi Yang Jrong, Kecamatan Kunduran, pada hari Rabu (9/8/2017) lalu. Dia ditemukan tergeletak di salah satu kamar wisma tersebut.

Korban diketahui bernama Sutiyono (56), alamat Desa Berbak Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Dari hasil dugaan sementara yang dikatakan Kapolsek Kunduran AKP Agus Budiyana diketahui penyebab kematian korban akibat tersumbatnya saluran kencing. Sementara dari hasil identifikasi tim Inafis Polres Blora tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban yang diketahui bekerja di swasta itu.

Seorang saksi yakni PSK setempat, sebut saja namanya SD (43) mengatakan sekitar pukul 21.30 WIB, awal mula terjadinya peristiwa tersebut adalah korban datang ke lokalisasi dengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Revo warna hitam seorang diri.

Pada saat itu, korban sempat ngobrol sebentar dengannya di teras depan rumah. Kemudian korban ijin pinjam kamarnya buat istirahat sebentar dan mengeluh tidak enak badan. Setelah itu korban meninggalkan SD menuju kamar.

Sekira pukul 00.15 WIB SD mengantuk lalu menuju ke kamarnya dengan maksud membangunkan korban agar keluar dari kamarnya, namun saat saksi membangunkannya terkejut korban sudah dalam meninggal dunia.

Melihat hal tersebut SD berteriak minta tolong memberitahu warga sekitar, setelah mengecek keadaan korban ternyata sudah meninggal dunia. Selanjutnya langsung melaporkan kejadian ke Polsek Kunduran,” ujar AKP Agus Budiyana Kapolsek Kunduran Polres Blora, kemarin.

Petugas Polsek Kunduran bersama tim medis dari Puskesmas langsung melakukan pemeriksaan namun tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan dan disimpulkan bahwa keterangan dari pihak keluarga, yang bersangkutan ternaya korban sudah lama mempunyai penyakit penyempitan saluran kencing, dan sudah tiga kali melakukan operasi. 

Selanjutnya dengan disaksikan Kepala Desa, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.” pungkas AKP Agus Budiyana, S.H. (res-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved