Blora on News :
Home » , » Gelar Budaya Pakudjembara, 6 Kabupaten Promosikan Potensi Wisata

Gelar Budaya Pakudjembara, 6 Kabupaten Promosikan Potensi Wisata

infoblora.com on Jul 16, 2017 | 10:30 AM

Gelar Seni Budaya Pakudjembara mempromosikan potensi pariwisata dan seni budaya 6 kabupaten. Blora menampilkan barongan Jaka Lodra Duta Sraya. (foto: dok-ib)
BLORA. Dalam rangka mempromosikan potensi wisata masing-masing daerah, enam kabupaten di pantura timur Jawa Tengah yang tergabung dalam forum Pakudjembara (Pati Kudus Demak Jepara Rembang Blora) menggelar event bersama di Kabupaten Blora, Sabtu (15/7/2017).

Kegiatan yang dibuka dengan penyelenggaraan Festival Barongan Anak dan Pawai Potensi Pariwisata kawasan Pakudjembara itu berlangsung di Alun-alun Blora. Dalam acara tersebut juga diramaikan dengan pameran atau bazar kerajinan UKM dari 6 kabupaten Pakudjembara.

Puncaknya pada Sabtu malam Minggu dilaksanakan gelar seni budaya perwakilan Kabupaten Pati, Kudus, Demak, Jepara, Rembang dan tuan rumah Blora. Dimulai pukul 19.00 WIB, gelar seni budaya dibuka oleh Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si mewakili Bupati Blora yang sedang berada di Lampung. Turut hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Blora, Sekda Drs. Bondan Sukarno M.Si dan Kepala Dinas Pariwisata wilayah Pakudjembara.

Tari Gagrak Laseman dari Kabupaten Rembang. (foto: dok-ib)
“Semoga kegiatan ini bisa menumbuhkan industri pariwisata di kawasan Pakudjembara. Kerjasama antar wilayah memang sangat dibutuhkan untuk menghidupkan paket wisata kawasan. Mulai dari Demak Kudus Jepara Pati Rembang hingga Blora semuanya punya keunikan dan keunggulan masing-masing. Semuanya diharapkan bisa dikemas menjadi paket wisata Pakudjembara sehingga wisatawan yang datang ke Semarang bisa ditarik ke timur,” ucap Arief Rohman.

Ia mencontohkan mulai dari Demak dikenal wisata religinya dengan adanya Masjid Demak dan Makam Sunan Kalijaganya. Lantas Kudus dengan Sunan Kudus dan Gunung Murianya, Jepara dengan pesona pantai hingga Karimunjawa, Pati dengan kuliner Sego Gandulnya dan potensi Batik Bakaran, lanjut Rembang dengan batik Lasemnya, Pecinannya, dan Makam RA Kartini.

Begitu juga dengan Blora yang dikenal sebagai pusat kuliner enak Sate Ayam dan Lontong Tahu. Kampung Samin juga menjadi salah satu objek wisata yang dikenalkan, disamping Waduk Tempuran, Waduk Greneng, Bukit Pencu, Goa Terawang dan lainnya.

Sebagai bentuk pengenalan potensi seni budaya, 6 kabupaten Pakudjembara menampilkan masing-masing kesenian daerahnya. Pertama Kabupaten Pati menampilkan seni barong Singo Kurdo dengan judul “Gendruwo Ngamuk ing Tlatah Pati”.

Tari Batik Kudus dari Kabupaten Kudus. (foto: dok-ib)
Kedua dari Kabupaten Kudus menampilkan Tari Batik Kudus yang dimainkan oleh 16 penari perempuan. Ketiga Kabupaten Demak menampilkan tari kolosal Babad Glagah Wangi yang menceritakan cikal bakal berdirinya Kasultanan Demak.

Adapun Kabupaten Jepara yang sarat dengan pesona lautnya menampilkan pertunjukan Tari Pesta Baratan. Tarian ini mengisahkan tentang ungkapan rasa syukur oleh para nelayan dengan datangnya musim baratan, dimainkan oleh 50 orang.

Disusul Kabupaten Rembang dengan menampilkan Tari Gagrak Laseman yang menggambarkan semangat nelayan pesisir lasem dalam kegiatan sehari-hari mencari ikan dan memproduksi batik. Dimainkan oleh 10 penari dengan gerakan energik mencerminkan kekompakan dan semangat pesisiran.

Tari Babad Glagah Wangi dari Kabupaten Demak. (foto: dok-ib)
Terakhir mendekati tengah malam tuan rumah Kabupaten Blora menampilkan kesenian khas daerah andalan yakni Seni Barongan dari Paguyuban Seni Barongan Singo Lodro Kecamatan Todanan. Mereka tampil dengan membawakan cerita Jaka Lodra Duta Sraya. Empat puluh penari ikut ambil bagian dalam pertunjukan ini. Meskipun tampil terakhir, antusias penonton tetap luar biasa hingga pertunjukan selesai.

Sugeng (37) salah satu penonton mengungkapkan rasa senangnya bisa ikut menyaksikan keragaman seni budaya dari 6 kabupaten dalam forum Pakudjembara. Ia datang bersama istri dan anaknya untuk menyaksikan gelar seni budaya di Alun-alun hingga selesai.

“Bagus-bagus, acara semacam ini harus sering diselenggarakan agar anak-anak semakin cinta dengan seni budaya daerah. Tidak hanya untuk menghidupkan dan mengenalkan potensi wisata saja, tetapi juga untuk menanamkan cinta budaya lokal kepada generasi muda. Semoga tahun depan diselenggarakan lagi,” ucapnya. (humas | res-ib)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved