Blora on News :
Home » , » Dapat Pelatihan Sampoerna & BEDO, UMKM Blora Didorong Lebih Maju

Dapat Pelatihan Sampoerna & BEDO, UMKM Blora Didorong Lebih Maju

infoblora.com on Jun 8, 2017 | 11:30 AM

Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si memberikan pengarahan di tengah pelatihan UMKM dari Sampoerna dan BEDO Bali. (foto: dok-ib)
BLORA. Puluhan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) Kabupaten Blora selama sebulan lebih menerima bimbingan “Score Plus Training” dari Sampoerna dan BEDO Score Bali. Mereka dilatih tentang desain, pemasaran, pameran, pengembangan produk, ekspor dan pengembangan perusahaan.

Program pelatihan yang diselenggarakan atas kerjasama Dekranasda Blora dengan PKK ini dilaksanakan secara gratis di ruang pertemuan Bappeda Jl.GOR Mustika no.10 Blora sejak April lalu. Dimana awalnya ada 102 pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan ini. Namun seiring dengan adanya pelaksanaan workshop bertahap sebanyak tiga kali, kini hanya tinggal 50 pelaku UMKM.

Kelimapuluh pelaku UMKM tersebut, Rabu (7/6) kemarin mendapatkan pengarahan dari Wakil Bupati H.Arief Rohman di sela pelaksanaan training BEDO Score di Bappeda. Dengan didampingi Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Ir. Maskur MM, Kepala Cabang Bank Jateng Blora Agus Sri Subiyakto, dan Kabag Perekonomian Setda Blora Rudatiningsih, Wabup memberikan arahan tentang peningkatan kualitas produk UMKM.

“Pelaku UMKM merupakan salah satu tulang punggung utama perekonomian di Kabupaten Blora. Produk yang dihasilkan sebisa mungkin harus mampu bersaing dengan manajemen dan pengemasan yang lebih baik. Terimakasih BEDO dan Sampoerna yang telah bersedia memberikan pelatihan kepada UMKM Blora,” ucap Arief Rohman.

Kedepan, ia ingin mendorong produk-produk UMKM Blora bisa pasarkan di swalayan dan supermarket sehingga bisa mendapatkan nilai jual yang baik.

“Di Kabupaten Pati, jajanan produk UMKM bisa masuk Indomaret dan Alfamart. Ada satu tempat khusus yang disediakan untuk memajang produk UMKM khas Pati. Nah ini kedepan harus bisa ditiru Blora. Namun catatannya, para pelaku UMKM harus siap melakukan pengemasan yang lebih menarik, higienis dan terdaftar izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) nya,” lanjut Arief Rohman.

Sementara untuk bantuan modal, ia mengajak Bank Jateng Cabang Blora untuk memberikan kredit bunga ringan terendah se Indonesia yakni program Mitra 25 yang beberapa waktu lalu dilaunching Gubernur Ganjar Pranowo. Pelaku UMKM bisa meminjam modal hingga 25 juta dengan bunga hanya 7 persen. Pinjaman ini tanpa agunan dan bisa diurus dengan mudah ke Bank Jateng terdekat.

Terpisah, Rudatiningsih yang juga pengurus Dekranasda menjelaskan bahwa dari 50 orang pelaku UMKM ini nantinya akan diseleksi lagi menjadi 20 orang.

“Dua puluh orang itulah nanti yang akan memperoleh bimbingan dan pendampingan dari Sampoerna dan BEDO untuk pengembangan usahanya. 20 UMKM itu akan dilatih lagi di pusat pelatihan Sampoerna Foundation (SF),” terangnya.

Ada berbagai pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan ini, seperti perajin batik, perajin keramik, makanan ringan, kerajinan dari kayu jati, bingkai foto, sablon dan lainnya. (humas | ip-ib)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved