Blora on News :
Home » , , » Menteri ESDM Soroti Biaya Kuliah Rp 25 Juta/Semester di STEM Akamigas Cepu

Menteri ESDM Soroti Biaya Kuliah Rp 25 Juta/Semester di STEM Akamigas Cepu

infoblora.com on Jan 20, 2017 | 10:50 PM

Menteri ESDM Ignasius Jonan berdialog dengan mahasiswa STEM Akamigas Cepu, Jumat (20/1). (foto: ip-infoblora)
BLORA. Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Ignasius Jonan pada hari Jumat (20/1) melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Tinggi Energi Mineral (STEM) Akamigas Cepu, Kabupaten Blora. Dalam kunjungannya tersebut, mantan Menteri Perhubungan ini menyoroti besarnya biaya kuliah di kampur permigasan tersebut.

Bertempat di Gedung Grha Oktana Kampus STEM Akamigas Cepu, ia menanyakan mahal tidaknya biaya kuliah kepada para mahasiswa dan peserta diklat. Di atas panggung saat memberikan sambutan, Jonan spontan memanggil salah seorang mahasiswa tingkat empat. “Yang sudah tahun keempat sini maju ke saya,” kata Jonan.

Lalu Jonan bertanya kepada mahasiswa yang maju ke depan itu. “Kamu bayar berapa sekolah di sini?,” ujarnya. Mahasiswa program studi Teknik Pengolahan Migas yang bernama Jalal itu menjawab bahwa biaya kuliahnya Rp 25 juta per semester.

“Anda merasa mahal atau murah?,” Jonan bertanya lagi. Jalal menjawab bahwa ia merasa uang kuliah Rp 25 juta/semester di STEM Akamigas relatif murah bila dibandingkan dengan ilmu dan semua fasilitas yang diperoleh mulai asrama hingga kebutuhan sehari-hari.

“Insya Allah murah, Pak. Bisa dibilang murah kalau dibanding fasilitas yang didapat, tapi kalau dibanding perguruan tinggi lain bisa dibilang mahal,” lanjut Jalal.

“Berarti murah ya? Kepala Sekolahnya bisa lega. Berarti anda merasa manfaat yang anda dapat lebih dari Rp 25 juta per semester,” tegas Jonan.

Setelah mendengar penjelasan bahwa Rp 25 juta itu termasuk biaya untuk tinggal di asrama, makan sehari-hari, dan segala fasilitas lainnya, Jonan menilai memang biaya itu relatif murah. “Oh 25 juta itu termasuk biaya asrama dan makannya ya? Ya murah. Kalau sekolah tinggi biasa kan enggak termasuk asrama ya,” ucapnya.

Kepada Jonan, Jalal mengungkapkan bahwa para mahasiswa-mahasiswi STEM Akamigas ingin bisa bekerja di industri migas nasional setelah lulus nanti. Ia juga memohon agar Kementerian ESDM bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan migas yang menjadi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) agar dapat mempekerjakan lulusan STEM Akamigas.

“Kami mohon Kementerian ESDM bisa membantu kerja sama dengan perusahaan-perusahaan migas. Kami yakin kualitas kami lebih baik dibanding lulusan perguruan tinggi lain,” pinta Jalal.

Menanggapi permintaan itu, Jonan langsung memerintahkan Kepala BPSDM Kementerian ESDM untuk mengirim surat ke semua KKKS. “Nanti Kepala BPSDM tolong pulang bikin surat atas nama saya untuk menyalurkan lulusan dari STEM Akamigas ke KKKS yang beroperasi di Indonesia,” tuturnya.

Tapi Jonan meminta syarat. Hanya mahasiswa-mahasiswi STEM Akamigas dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3 yang bisa ditempatkan di perusahaan-perusahaan migas. “Mau janjian nggak sama saya, yang bisa ditempatkan itu yang IPK-nya di atas 3?,” kata Jonan. “Siap Pak,” jawab Jalal penuh keyakinan.

“Jadi yang IPK-nya di bawah 3 jadi pengusaha sendiri saja, kira-kira begitu,” sambung Jonan dismbut tawa peserta.

Di akhir acara, saat ditanya tentang perkembangan pembangunan lapangan terbang Ngloram di Cepu yang merupakan aset Kementerian ESDM, ia ternyata tidak mau berkomentar banyak. “Ngloram, lapangan terbang ya? Saya belum tahu sampai mana prosesnya, coba nanti saya komunikasikan dengan dirjen,” ucap Jonan. (ip-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved