Blora on News :
Home » , » Didesain Model Mataraman, Komplek Makam Sunan Pojok Blora Akan Dipugar

Didesain Model Mataraman, Komplek Makam Sunan Pojok Blora Akan Dipugar

infoblora.com on Dec 9, 2016 | 7:00 AM

Bupati dan Wakil Bupati Blora mengikuti presentasi desain penataan kawasan makam Sunan Pojok di Bappeda. (foto: jo-infoblora)
BLORA. Rencana penataan kawasan wisata religi Makam Gedong Ageng Sunan Pojok oleh Pemkab Blora yang akan dilakukan tahun 2017 semakin matang. Pemkab melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) telah menyusun desain pemugaran sekaligus perluasan komplek makam dengan model bangunan Mataraman.

Untuk memantabkan hal tersebut, Kamis sore (8/12) kemarin, bertempat di lantai 2 Gedung Bappeda, desain penataan kawasan makam Sunan Pojok dipresentasikan di hadapan Bupati H.Djoko Nugroho dan Wakil Bupati H.Arief Rohman dengan dihadiri jajaran pengurus Yayasan Sunan Pojok serta beberapa tokoh agama.

“Sesuai informasi yang kami dapatkan, Sunan Pojok berasal dari keturunan Kerajaan Mataram yang ditugasi sebagai panglima perang di wilayah pesisir utara Jawa dan menyebarkan agama Islam di sekitar Blora. Sehingga nantinya komplek makam akan ditata dengan model Mataraman,” ucap Kepala Bappeda Blora, Ir. Samgautama Karnajaya.

Ia menerangkan bahwa untuk bangunan induk makam tidak akan mengalami pemugaran. Yang dipugar adalah pagar sekeliling makam dan perluasan area ziarah di lokasi pertokoan. Pertokoan yang berada di sebelah timur makam akan dibongkar. Lokasi tersebut akan didirikan pendopo joglo besar sebagai lokasi peziarah.

Ilustrasi desain pemugaran komplek Makam Sunan Pojok. (foto: dok-ib)
“Nanti akan dibuatkan gapura pintu masuk yang baru menyerupai bangunan candi dengan bahan dasar batu bata di sebelah timur. Tepatnya gapura tersebut di tepi jalan MR. Iskandar. Rencananya akan kita pesankan batu bata dari Desa Balong Jepon untuk gapura dan pagar keliling,” lanjut Samgautama.

Adapun Bupati H.Djoko Nugroho meminta agar perluasan area makam Sunan Pojok bisa dijadikan sebagai salah satu ikon wisata religi dan budaya di Kabupaten Blora. “Jangan lupa dikonsultasikan dengan Yayasan Sunan Pojok dan tokoh agama. Ini mumpung ada pengurusnya dan Pak Kyai Muharor juga hadir. Monggo urun rembug, baiknya gimana?,” kata Bupati.

Suryanto, selaku Ketua Yayasan Sunan Pojok menghendaki agar ada penambahan toilet untuk para peziarah. Pasalnya disaat ada acara besar, para peziarah selalu antri panjang untuk ke toilet karena jumlahnya terbatas. “Kami minta jumlah toilet peziarah untuk ditambah, minimal 5 lagi,” ujar Suryanto.

Senada dengan Suryanto, KH Muharor Ali juga menyampaikan hal yang sama. Secara umum pihaknya menyetujui jika Makam Sunan Pojok akan ditata kembali. Hanya saja ia meminta kepada Pemkab untuk menambah toilet dan perluasan tempat wudhu.

KH Muharor Ali menyampaikan permintaan penambahan toilet dan tempat wudhu. (foto: dok-ib)
Mendengar usulan tersebut, Bupati pun meminta kepada Bappeda untuk menambah toilet dan tempat wudhu sesuai permintaan yayasan dan tokoh agama. “Tolong Bappeda dicatat, toilet dan tempat wudhunya ditambah ya,” tegas Bupati.

Bupati juga menjelaskan bahwa komplek pertokoan Blok S di perempatan Seso Jepon telah selesai dibangun dan siap digunakan awal 2017 nanti. Semua pertokoan yang ada di komplek Sunan Pojok akan dipindah kesana, sehingga lahan yang ad digunakan untuk perluasan makam Sunan Pojok.

Dari segi seni, Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si meminta agar dalam pembangunan gapura nanti bisa dipercantik dengan hiasan kaligrafi dan pencahayaan sinar lampu yang terang. Mengingat lokasi makam berada di tengah kota, sehingga bangunan yang baru nanti harus bisa menjadi landmark kebanggaan Blora. (rk-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved