Blora on News :
Home » , » Dirjen Migas Kemen ESDM Setujui 3 Poin Usulan Bupati Blora, Apa itu?

Dirjen Migas Kemen ESDM Setujui 3 Poin Usulan Bupati Blora, Apa itu?

infoblora.com on Oct 11, 2016 | 8:18 AM

Bupati Blora H.Djoko Nugroho (kiri) menghadap Dirjen Migas Kemen ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja. (foto: dok-humas)
BLORA. Dalam rangka untuk meningkatkan perekonomian di sektor minyak dan gas bumi (migas), Bupati Blora H.Djoko Nugroho pada hari Senin (10/10) lalu bertolak ke Jakarta menemui Dirjen Migas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja guna menyampaikan 3 poin usulan terkait potensi industri migas di Kabupaten Blora.

Tiga poin usulan tersebut adalah usulan penambahan kuota jaringan gas rumah tangga (city gas) sebanyak 4000 sambungan, pengaktifan lapangan terbang Ngloram milik Kemen ESDM dan pembangunan kilang mini untuk penunjang industri migas di Kabupaten Blora.

“Alhamdulillah perjuangan Pak Bupati untuk bertemu Dirjen Migas Kementerian ESDM tidak sia-sia. Tiga usulan tersebut pada dasarnya disetujui oleh Pak Dirjen untuk ditindaklanjuti,” ucap Kepala Dinas ESDM Blora, Setyo Edy ketika dihubungi kemarin.

Khusus untuk usulan penambahan sasaran program city gas, ia menyampaikan bahwa bisa dipastikan Blora akan memperoleh tambahan kuota sebanyak 4000 sambungan lagi. “Pak Dirjen menyatakan persetujuannya saat ditemui Bupati di kantor Kementerian ESDM di Jakarta Senin lalu,” lanjutnya.

Perlu diketahui, Blora awalnya dapat jatah 4.000 rumah tangga sasaran untuk program city gas yang telah dilaunching akhir Juli lalu dan saat ini sedang berproses. Namun Bupati merasa kurang karena banyak masyarakat yang membutuhkan jaringan gas murah ini di wilayah Blora Selatan sekitar Central Processing Plant (CPP) PPGJ Sumber Kecamatan Kradenan, sehingga berjuang meminta tambahan dan disetujui Dirjen Migas.

Dengan disetujuinya penambahan 4000 sambungan, sehingga jumlah total sasaran city gas untuk Blora menjadi 8000 sambungan. “Bupati berharap persetujuan ini bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sekedar mengingatkan, melalui program city gas masyarakat bisa menikmati gas yang dialirkan ke rumah-rumah warga dari sumber gas di daerah penghasil gas. Harga gas diklaim lebih murah dibanding elpiji. Untuk mewujudkan program tersebut, Kementerian ESDM membangun fasilitas jargas di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Blora.

Blora awanya mendapatkan kuota sebanyak 4.000 sambungan rumah (SR). Jargas di 4.000 SR itupun telah selesai dibangun tahun 2015 dan mulai beroperasi secara bertahap mulai Juli lalu. Hanya saja belum semua SR dialiri gas yang dipasok dari Central Processing Plant (CPP) Pertamina EP di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

City Gas di Blora baru dilaksanakan di Desa Sumber yang merupakan kawasan ring satu CPP Pertamina EP Program Pengembangan Gas Jawa (PPGJ). Dari 720 SR yang ada di desa tersebut, baru sekitar 100-an SR yang telah dialiri gas.

Selain Desa Sumber, desa-desa di Blora yang akan menjadi sasaran City Gas adalah Desa Mojorembun Kecamatan Kradenan, Desa Wado, Desa Kemantren, Desa Pulo dan Desa Tanjung Kecamatan Kedungtuban serta Desa Kapuan Kecamatan Cepu.

”Dengan tambahan jumlah SR menjadi 8.000, akan semakin banyak rumah di sejumlah desa yang bakal dialiri gas City Gas. Desa-desa itu berada di Kecamatan Cepu, Kedungtuban dan Kradenan,” kata Setyo Edy.

Bupati H.Djoko Nugroho sendiri saat menghadiri pentas wayang kulit di Kodim 0721, Senin malam kemarin juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa dirinya baru pulang dari Jakarta untuk meminta penambahan kuota jaringan gas rumah tangga ke Dirjen Migas Kementerian ESDM. (ag-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved