Blora on News :
Home » , » Terpikat Sinar Surga, Turis Korea Ketagihan Hunting Foto di Goa Terawang

Terpikat Sinar Surga, Turis Korea Ketagihan Hunting Foto di Goa Terawang

infoblora.com on Aug 8, 2016 | 12:00 PM

Menggandeng model lokal Blora, Mister Jaeseol Khim asyik memotret di dalam Goa Terawang dengan pancaran sinar surga dari atas. (foto: opick-ib)
BLORA. Potensi wisata alam di Kabupaten Blora ternyata tidak bisa dipandang sebelah mata. Meskipun memang belum dikelola secara maksimal, ternyata potensi alam tersebut berhasil memikat wisatawan. Bahkan wisatawan atau turis mancanegara dibuat terpikat dan ketagihan untuk berburu moment di lokasi tersebut.

Sebut saja Goa Terawang, sebuah goa karst di Desa Kedungwungu Kecamatan Todanan yang akhir pekan lalu berhasil memikat turis mancanegara asal Korea Selatan (Korsel) bernama Jaeseol Shim (50). Seorang presiden direktur pada sebuah perusahaan swasta di Korsel yang sedang sibuk jalan-jalan di Pulau Jawa ternyata terpikat dengan eksotisme sinar surga Goa Terawang.

Sejak Jumat (5/8) lalu, Mister Jaeseol Shim telah tiba di Blora dengan diantar beberapa fotografer asal Yogyakarta dan Blora untuk mengeksplore potensi Goa Terawang dengan bidikan kamera selama satu hari hingga sore.

Mister Jaeseol Khim (kanan) saat tiba di kawasan hutan jati Goa Terawang.
(foto: opick-ib)
“It’s fantastic and so beautiful,“ ucapnya berkali kali ketika mendapatkan spot foto yang luar biasa di dalam goa.

Ia ternyata suka dengan sinar matahari pagi jatuh tembus masuk dari lubang atap ke dasar goa layaknya sinar surga yang mengiringi turunnya malaikat. “Ini goa yang unik dan menarik, baru kali ini saya tahu goa dengan keunikan sinar matahari yang masuk dari atap. Selama jalan-jalan ke goa, tidak pernah menjumpai sinar bagus seperti ini,” ungkap Jaeseol Shim, jika diartikan dalam bahasa Indonesia.

Karena Jumat siang itu turun hujan, akhirnya sesi hunting foto di dalam goa terpaksa dihentikan. Ia yang rencananya hanya satu hari mengeksplore Goa Terawang, akhirnya merasa belum puas berburu sinar surga dan memutuskan untuk keesokan harinya, Sabtu (6/8) untuk kembali ke Goa Terawang.

“Mister Shim tadinya hanya ingin sebentar di goa, selanjutnya ingin ke Pencu, Waduk Greneng, hunting kesenian Barongan dan Wayang Kulit. Tetapi setelah tahu kondisi Goa Terawang justru ketagihan ingin hunting lagi. Sehingga jadinya dua hari untuk mengeksplorenya,” jelas Pippo, salah satu fotografer lokal Blora yang ikut mendampingi.

Kedatangannya ke Blora memang menjadi salah satu tujuan tour nya di Jawa untuk mendokumentasikan semua potensi alam dan budaya. Dengan membawa hasil perjalanannya kali ini, kedepan ia ingin memamerkan dan mengajak teman-teman dari Korea lainnya untuk datang ke Jawa.

“Mister Shim ingin kedepan saat ia bisa mengajak teman-teman dari Korea untuk mengunjungi Goa Terawang guna berburu foto, keadaannya sudah lebih tertata, bersih dan nyaman. Kondisi jalan di dalam goa yang licin saat terkena air diharapkan tidak terjadi lagi, megingat teman-teman wisatawan dari Korea kebanyakan sudah tua-tua,” lanjut Pippo.

Tak mau kalah dengan model, Mister Khim juga ikut berpose agar ikut diabadikan dakam kamera foto. (foto: opick-ib)
Sementara itu Misbachul Munir fotografer profesional dari Yogjakarta yang mengantarkan Mister Shim ke Blora mengaku bahwa tempat wisata indah yang belum dikembangkan secara maksimal memang merupakan tujuan utamanya dalam perjalanan kali ini.

“Harapannya dengan semakin banyak wisatawan yang mengunjungi tempat tersebut diharapkan pihak yang bertangungjawab terhadap pengelolaan tempat wisata akan ikut berfikir untuk membuat destinasi tersebut menjadi lebih baik,” ujarnya.

Munir sapaan akrabnya, sangat menyayangkan banyaknya sampah dan tulisan tulisan di dinding goa membuat tempat tersebut menjadi terkesan kotor dan kumuh.

“Andai mau serius menggarap tempat ini, saya yakin keindahan goa ini akan melibihi goa-goa yang sudah terkelola dengan baik. Seperti goa-goa di Pacitan atau Yogyakarta,” harapnya.

Dia bahkan berangan angan, andai ada investor yang serius mengembangkan goa, semua endapan tanah di dasar goa bisa dikeruk, dibangunkan jalur yang aman, diberi sentuhan lampu dan dibuatkan semacam tempat khusus untuk para fotografer mengambil gambar. “Pasti akan lebih memikat banyak pengunjung,” lanjutnya.

Sekedar diketahui, Goa Terawang sendiri terdiri dari 5 goa utama (Terawang I, Terawang II, Terawang III, Terawang IV dan Terawang V), terbentuk karena adanya endapan batu kapur yang berumur kira-kira 10 juta tahun. Lokasi goa terawang berada di kawasan goa seluas 13 hektar dan sekaligus menjadi kompleks goa terbesar di Jawa Tengah.

Pengelolaan Goa Terawang yang berada di kawasan hutan jati BKPH Kalonan ini masih dalam kuasa Perhutani KPH Blora. Saat pagi hari atau sore hari masih bisa dijumpai kera-kera liar yang bergelantungan di pohon jati yang berada di atas goa. (taufiq-ib)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved