Blora on News :
Home » , , » Terserang Hama Patek, Panen Cabe di Todanan Tak Maksimal

Terserang Hama Patek, Panen Cabe di Todanan Tak Maksimal

infoblora.com on Jul 22, 2016 | 8:30 AM

Cabe petani Todanan terkena hama patek. (foto: dok-sg)
BLORA. Para petani cabe di wilayah Kecamatan Todanan nampaknya kali ini tidak bisa menikmati hasil panen yang maksimal lantaran adanya gangguan hama patek atau antraknosa. Kondisi cuaca yang tidak menentu, dan masih adanya hujan membuat kelembaban masih tinggi sehingga hama tersebut berkembang dengan cepat.

“Biasanya kami panen hingga 10 kali dalam satu kali tanam cabe dengan hasil bisa mencapai 6 kwintal per hektar. Namun karena terserang patek, panen hanya bisa dilakukan hingga 6 kali dengan total hasil 3 sampai 4 kwintal,” ucap Ariyadi, salah satu petani di Todanan, Kamis (21/7) kemarin.

Menurutnya jika petani tidak ingin rugi besar, mereka terpaksa memanen dini cabe hijau sebelum memerah agar tidak terlalu banyak yang busuk kena patek. “Biasanya dipanen dini dan dijual sebagai cabe ijo,” lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa hingga kini tidak ada pendampingan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian Kecamatan untuk menangani hama patek. Petani hanya melakukan penyemprotan pestisida ke tanaman cabe yang kena hama patek.

“Saya berharap ada PPL yang datang secara rutin, bukan hanya sekali saja untuk mengecek kondisi tanaman petani sehingga bisa menampung permasalahan petani di lapangan dan memberikan solusi penanganan hama,” pintanya.

Petani cabe di Todanan memanen cabe di ladangnya. (foto: dok-sg)
Ditanya soal penjualan, para petani tidak mengalami kesulitan karena sudah banyak pengepul cabe yang datang untuk membeli hasil panen ke rumah petani atau langsung ke sawah.

“Dengan kualitas cabe yang menurun, harga juga ikut melemah. Namun jika masih laku diatas Rp 10.000 per kilogram, kami masih untung dengan catatan hasil panen cabenya dalam kondisi baik. Pengennya harganya lebih tinggi mas dan tidak mati sebelum memerah,” ungkap Sukimin, petani cabe lainnya.

Untuk diketahui dalam penanaman cabe, para petani di Todanan menggunakan pupuk NPK. “Sebelum ditanami, tanah juga dikasih pupuk kompos buatan pabrik atau bisa juga pupuk kandang. Karena saat ini masih sering hujan, kelembaban tinggi sehingga hama lebih cepat menyerang cabe,” pungkasnya. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved