Blora on News :
Home » , » Minim Rambu, Kecelakaan Truk Sering Terjadi di Tanjakan Lemahputih

Minim Rambu, Kecelakaan Truk Sering Terjadi di Tanjakan Lemahputih

infoblora.com on Jul 30, 2016 | 8:57 AM

Truk pasir terguling di tepi jalan akibat tidak kuat menanjak di tanjakan Lemahputih Jl.Blora-Randublatung km 9 Klopoduwur. (foto: teg-infoblora)
BLORA. Sering terjadinya kecelakaan di tanjakan sekaligus tikungan tajam kawasan hutan jati Lemahputih Jl.Blora-Randublatung km 9 Desa Klopoduwur diduga karena minimnya rambu lalu-lintas dan pagar pengaman. Pasalnya hampir setiap minggu terjadi kecelakaan truk yang terperosok dan jatuh di tepi jalan. Bahkan ada yang masuk ke jurang.

“Sering mas, disini hampir seminggu sekali pasti ada truk yang jatuh hingga masuk ke jurang. Kebanyakan adalah truk pengangkut pasir dari Kradenan ataupun Kedungtuban. Mungkin perlu dibuatkan rambu-rambu atau pagar pengaman tepat di tikungan untuk meminimalisir potensi terperosok masuk jurang jika tidak kuat menanjak,” ungkap Sunarto, warga Klopoduwur.

Apalagi menurutnya jika malam hari tiba, tikungan di tengah hutan jati tersebut gelap gulita. “Perlu dipasangi juga lampu penerangan jalan agar ketika malam hari terang,” lanjutnya.

Berdasarkan pengamatan Info Blora di lapangan, belum lama ini memang terjadi kecelakaan truk terguling di tanjakan Lemahputih. Tepatnya pada hari Jumat (29/7) lalu, truk dengan nopol K 1518 LD asal Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang terperosok karena tidak kuat menanjak dan jatuh terguling di tepi jalan. Tidak sampai jatuh ke jurang seperti kecelakaan kecelakaan sebelumnya.

Truk tersebut mengangkut pasir Sungai Bengawan Solo yang dikemudikan oleh Supriyanto beserta Ayahnya yang bernama Huri. “Kami rombongan 7 truk membawa pasir dari Menden Kradenan untuk dibawa ke Rembang. Namun saat melintas di tanjakan Lemahputih secara tiba-tiba truk tidak kuat dan mundur hingga terperosok jatuh di tepi badan jalan. Untung tidak masuk jurang,” kata Supriyanto.

Akibat kejadian tersebut, ia menarsir kerugian hingga jutaan rupiah. Pasalnya kaca depan truk pecah dan beberapa bagian bodi dump truk pecah. “Begitu saya jatuh, teman-teman lainnya langsung menghentikan truk yang dikemudikan untuk membantu saya. Terpaksa muatan pasir saya pindah ke truk lainnya,” jelasnya.

Dirinya dan Pak Huri tidak mengalami luka berat, hanya saja kaget dengan kejadian tersebut. Selama menunggu pemindahan muatan pasir, arus lalu-lintas pun dibuat buka tutup agar tidak terjadi kemacetan. Tidak ada petugas kepolisian yang datang ke tempat kejadian, sehingga pengaturan lalu-lintas dilakukan oleh rekan rekan supir truk lainnya. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved