Blora on News :
Home » , » Jadi Desa Wisata, Potensi Kedungpupur dan Sumur Tua Ledok Akan Ditata

Jadi Desa Wisata, Potensi Kedungpupur dan Sumur Tua Ledok Akan Ditata

infoblora.com on Jul 21, 2016 | 9:00 AM

Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si saat menyaksikan semburan minyak di salah satu sumur tua Desa Ledok Kecamatan Sambong, bersama wartawan senior Kompas Josef Osdar. (foto: ag-infoblora)
BLORA. Pemkab Blora nampaknya semakin matang ingin menjadikan Desa Ledok Kecamatan Sambong sebagai desa wisata berbasis lingkungan. Dengan banyaknya potensi yang ada mulai komplek kolam renang Kedungpupur peninggalan Belanda, ratusan sumur minyak tua, situs Magung, Goa Jepang hingga hutan alam yang asri membuat Pemkab ingin mengembangkan desa ini menjadi tujuan wisata dengan menggandeng berbagai stakeholder.

Untuk mewujudkan itu, belum lama ini Bupati Blora H.Djoko Nugroho pun telah menyurati Dirjen Migas Kementerian ESDM untuk meminta dukungan pengembangan wisata sumur minyak tua di Desa Ledok. Begitu juga dengan Perhutani, dimana lokasi kolam renang Kedungpupur berada di wilayah hutan Perhutani KPH Cepu.

Rakor pengembangan destinasi wisata sumur minyak tua dan Kedungpupur
Desa Ledok Kecamatan Sambong di ruang rapat Wakil Bupati Blora, bersama
beberapa stakeholder terkait. (foto: ag-infoblora)
“Alhamdulillah permintaan bantuan Pak Bupati direspon Dirjen Migas Kemen ESDM I Gede Nyoman Wiratmaja yang telah mengirim surat balasan tertanggal 28 Juni 2016 lalu. Atas dasar itulah kita gelar rapat koordinasi dengan mengundang beberapa stakeholder terkait,” ucap Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si, Rabu (20/7) kemarin.

Rapat koordinasi telah digelar Selasa (19/7) di Ruang Rapat Wakil Bupati Blora yang dihadiri perwakilan SKK Migas Jabanusa, Pertamina EP Aset 4 Cepu, Perhutani KPH Cepu, Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI), Bappeda Blora, Badan Lingkungan Hidup (BLH), Camat Sambong, Kades Ledok dan perwakilan wartawan.

“Kita ingin menata agar kawasan Kedungpupur yang terkoneksi dengan wisata sumur tua di Desa Ledok bisa lebih bagus sehingga menarik wisatawan. Pemkab akan susun masterplan atau konsep pengembangannya bersama Bappeda dan DPPKKI untuk selanjutnya akan diajukan agar mendapatkan bantuan dari SKK Migas, Pertamina EP dan Perhutani,” lanjutnya.

Perwakilan SKK Migas Jabanusa, M Fatah Yasin saat rapat mengemukakan bahwa pada dasarnya pihak SKK Migas akan mendukung dan menyambut baik niat Pemkab Blora untuk mengembangkan potensi wisata sumur tua di Ledok.

“Kami dari SKK Migas nanti akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Pertamina EP setelah konsep atau masterplan pembangunannya jadi. Disusun saja dahulu bagaimana konsep dan studi kelayakannya dengan menggandeng konsultan pariwisata,” ujarnya.

Kolam Kedungpupur peninggalan Belanda di dalam hutan Desa Ledok Kecamatan Sambong yang akan dikembangkan jadi destinasi wisata. (foto: ag-infoblora)
Begitu juga dengan Tiara wakil asisten manager humas Pertamina EP Cepu yang tertarik dengan niatan Pemkab Blora untuk mengembangkan wisata sumur tua dan Kedungpupur di Desa Ledok.

“Saya sudah 4 tahun bertugas di Pertamina EP Cepu dan lebih memilih Ledok yang lebih cocok dijadikan desa wisata sumur minyak tua daripada Wonocolo Bojonegoro. Hutan di Ledok masih asri, tingkat kerusakan alam karena penambangan minyak masih minim. Cukup terjaga. Sedangkan Wonocolo kerusakan dan pencemaran lingkungan akibat pengeboran minyak sudah parah. Jika memang Pemkab Blora serius, maka ini akan lebih menarik daripada desa wisata sumur minyak tua yang ada di Wonocolo,” terangnya.

Hanya saja menurutnya butuh perbaikan infrastruktur yang serius, megingat akses jalan hutan di kawasan sumur minyak tua sudah banyak yang rusak.

Adapun Adm Perhutani KPH Cepu Endro Koesdijanto juga menyatakan dukungannya agar potensi kolam renang Kedungpupur dikembangkan menjadi objek wana wisata. “Agar lingkungan hutan di sekitar Kedungpupur tetap asri, maka Perhutani tidak akan menjadikan kawasan tersebut menjadi hutan produksi tetapi hutan lapangan dengan tujuan istimewa (LDTI). Sehingga pohonnya tidak akan ditebang untuk dijual, seperti halnya hutan jati yang ada di Gubug Payung,” ujar Endro.

Perhutani KPH Cepu pun siap menjalin kerjasama dengan Pemkab Blora terkait pengembangan Kedungpupur dan sumur minyak tua. “Ajukan saja rencana kerja dan syarat (RKS) nya, biar nanti bisa dipelajari dan disetujui untuk dikerjasamakan. Tidak hanya pengembangan wisata di lingkungan hutan saja, tetapi perbaikan jalan hutan oleh Pemkab juga harus ada RKS nya,” terang Endro.

Belum lama ini Wakil Bupati sendiri telah mengunjungi kawasan sumur minyak tua dan Kedungpupur di Desa Ledok bersama wartawan senior Kompas, Josef Osdar. Menurutnya Ledok memang memiliki daya tarik tersendiri untuk wisata sumur minyak tua, terlebih di tempat ini terdapat situs Sumur Magung yakni sumur minyak yang pertama kali ditemukan di Indonesia pada saat masa kolonial Belanda. (rs-infoblora)
Share this article :

2 komentar:

remon sp said...

Semoga terealisasi.... Aaminn

remon sp said...

Semoga terealisasi.... Aaminn

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved