Blora on News :
Home » , , » Disita, Truk Alat Berat Tambang Galian C Ilegal Justru Timpa Gedung SD di Todanan

Disita, Truk Alat Berat Tambang Galian C Ilegal Justru Timpa Gedung SD di Todanan

infoblora.com on Jul 15, 2016 | 4:00 PM

Truk pengangkut alat berat terguling menimpa gedung SDN 2 Ketileng Kecamatan Todanan. (foto: su-ib)
BLORA. Adanya pertambangan galian C ilegal atau tak berijin milik Pak Jaiz di tepi jalan penghubung Desa Prigi menuju Sambeng Kecamatan Todanan membuat Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah melakukan sikap tegas untuk menutup dan menyita alat berat yang digunakan untuk mengeruk bukit kapur.

Pasca mendapatkan laporan dari akun twitter @todanan kepada akun twitter @ESDMJateng pada Rabu malam (13/7) lalu, Kamis siang (14/7) kemarin petugas dari Dinas ESDM Jateng langsung melakukan penutupan di lokasi. Spanduk larangan beroperasi dipasang dan alat berat pun disita untuk diamankan ke Polres Blora.

Truk baru dievakuasi pada Jumat sore dengan pengamanan polisi. (foto: su-ib)
Namun naas, proses pengangkutan alat berat dengan truk nopol K-1477-ME pada Kamis malam atau semalam mengalami hambatan. Saat truk melintas di Desa Ketileng tepatnya di tanjakan depan SDN 2 Ketileng, truk ternyata mundur sehingga terguling dan menimpa bangunan gedung SD yang berada di sebelah kanannya.

“Kejadian sekitar pukul 00:30 WIB semalam, di jalan tanjakan samping SDN 2 Ketileng truk tiba-tiba hilang kendali dan mundur. Supir akan banting ke kiri ternyata da rombongan pengawal dari belakang sehingga dibanting ke kanan dan terguling menimpa gedung SD,” kata Yadi (24) salah satu warga Ketileng kepada Info Blora, Jumat pagi (15/7).

Akibat kejadian itu, menurut Yadi tidak ada korban jiwa. Hanya saja gedung SD tepatnya tembok bagian ruang guru runtuh sehingga berlubang besar. “Pagi tadi warga pun kaget, begitu bangun tidur dan keluar rumah ternyata truk sudah terguling dengan alat berat di atasnya yang menimpa SDN 2 Ketileng,” lanjut Yadi.

Adapun Kepala Sekolah SDN 2 Ketileng Sulistyo menyatakan bahwa pihaknya mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. “Untungnya kejadian saat malam hari dan masih liburan sekolah sehingga tidak ada korban. Hanya saja kami berharap segera ada tanggung jawab berupa perbaikan gedung dari pihak terkait,” ucapnya.

Penambangan ilegal di Desa Prigi Kecamatan Todanan yang ditutup paksa oleh Dinas ESDM Jateng. (foto: su-ib)
“Data-data di dalam kantor guru masih bisa diselamatkan. Karena besok Senin sudah mulai masuk sekolah, mungkin keadaan ini akan sedikit mengganggu proses belajar mengajar,” terang Sulistyo.

Hingga Jumat sore, proses evakuasi truk dan alat berat yang terguling menimpa gedung SDN 2 Ketileng pun masih berlanjut dengan pengamanan petugas dari Polsek Todanan dan Polres Blora.

“Karena ada evakuasi truk dan alat berat, jalan penghubung desa dari Goa Terawang menuju Wirosari pun ditutup sementara. Kami hanya melakukan pengawasan dan pengamanan agar proses evakuasi bisa berjalan lancar,” kata AKP Sutrisno, Kapolsek Todanan, Jumat sore.

Untuk diketahui, beberapa waktu belakangan ini muncul beberapa titik lokasi penambangan galian C ilegal yang tidak berijin di wilayah Kecamatan Todanan. Hal tersebut menyalahi peraturan, diantaranya di Desa Prigi yang ditertibkan ini dan satu lagi lokasi di dekat Puskesmas Todanan. (su-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved