Blora on News :
Home » , » Desa Bangoan Jiken Jadi Sentra Buah Sawo di Kabupaten Blora

Desa Bangoan Jiken Jadi Sentra Buah Sawo di Kabupaten Blora

infoblora.com on Jul 27, 2016 | 3:00 PM

Salah satu pengunjung sedang memetik buah Sawo di
Dukuh Watugunung Desa Bangoan Jiken. (foto: ag-ib)
BLORA. Desa Bangoan Kecamatan Jiken ternyata tidak hanya dikenal dengan potensi sumur minyak tuanya, namun juga dikenal sebagai sentra penghasil buah sawo di Kabupaten Blora. Ada ribuan pohon yang ditanam warga desa ini di pekarangan dan kebun belakang rumah, terutama warga Dukuh Watugunung.

“Khusus di Dukuh Watugunung ada 800 pohon yang sudah berbuah, sedangkan pohon muda dan bibit cangkoknya ada ratusan. Jika ditotal ya seribu lebih. Kebetulan saat ini sedang musim buahnya,” ucap Sriyono, Ketua Kelompok Tani Timbul Mulyo, Desa Bangoan Kecamatan Jiken, Selasa (26/7) kemarin.

Menurutnya sudah sejak lama warga di Dukuh Watugunung mengembangbiakkan tanaman buah sawo jenis lokal, namun rasa dan kualitasnya tidak kalah dengan sawo unggulan di daerah lain.

“Sejak puluhan tahun lalu tanaman buah sawo tumbuh baik disini, namun mulai dikenal masyarakat luas pada awal tahun 2000’an. Saat itu para tengkulak dari Sulang Rembang mulai berdatangan untuk membeli sawo,” jelasnya.

Hingga kini setiap musim panen sawo pun, para petani tidak susah untuk menjual buah karena sudah banyak para tengkulak yang datang untuk membeli sawo. “Mereka datang dan mengambil sawo sendiri di pohon dengan sistem tebas,” ujarnya.

Buah sawo unggulan dari Desa Bangoan Kecamatan Jiken. (foto: ag-infoblora)
Sriyono juga mengatakan bahwa buah sawo produk Desa Bangoan ini pernah memperoleh juara di gelaran Pameran Produk Pertanian Soropadan Agro Expo (SAE) tingkat Jawa Tengah di Temanggung belum lama ini.

“Selain memenangi Soropadan Agro Expo, para petani sawo Bangoan ini juga memperoleh penghargaan Pelestari Sumber Daya Genetik tingkat Jawa Tengah dari Gubernur Ganjar Pranowo tahun 2015 kemarin. Sertifikat organik juga berhasil diraih dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman yang berlaku hingga 2018,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, untuk mempertahankan kualitas buah agar tetap sama dengan induknya. Para petani buah sawo di Dukuh Watugunung Desa Bangoan hanya melakukan pembibitan dengan sistem cangkok.

“Dengan sistem cangkok, buah yang dihasilkan nanti tidak jauh berbeda dengan induknya. Apalagi dengan sistem cangkok, pohon akan lebih cepat berbuah jika dibandingkan dengan bibit hasil biji,” terangnya. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved