Blora on News :
Home » , » 17 Tahun Sapu Alun-alun Blora, Lasti Menangis Terima Adipura dari Bupati

17 Tahun Sapu Alun-alun Blora, Lasti Menangis Terima Adipura dari Bupati

infoblora.com on Jul 26, 2016 | 4:22 PM

Bupati Blora H.Djoko Nugroho mendedikasikan Piala Penghargaan Adipura Buana kepada petugas kebersihan, yang diwakili oleh Ibu Lasti. (foto: ag-infoblora)
BLORA. Rasa bahagia bercampur haru tampak di wajah Lasti, seorang petugas kebersihan penyapu Alun-alun Blora yang secara tiba-tiba didaulat untuk menerima piala penghargaan Adipura Buana dari Bupati H.Djoko Nugroho dalam rangka syukuran di Alun-alun, Selasa (26/7). Bangga sekaligus syukur membuat dirinya tak kuasa menahan air mata, sehingga beberapa kali ia usap pipinya yang basah memakai telapak tangannya sambil memegang piala.

“Alhamdulillah akhirnya Blora bisa mendapatkan Adipura kembali. Setelah sekian lama selalu gagal. Terimakasih Pak Bupati sudah mau mengundang saya dan teman-teman untuk mengikuti syukuran Adipura ini,” ucap Lasti, yang tinggal di Dukuh Temboro, Desa Sumberagung, Kecamatan Banjarejo.

Lasti masih tampak berkaca-kaca matanya, usai menerima Adipura dari Bupati
dan diwawancarai wartawan. (foto: ag-infoblora)
Kepada Info Blora, ia menyatakan bahwa sudah lebih dari 17 tahun bertugas menyapu di kawasan Alun-alun Blora setiap pagi hari dan sore. “Saya sudah bertugas menjadi pekerja kebersihan sejak jaman Presidennya masih Pak Harto. Sedangkan ditugaskan menyapu Alun-alun sudah 17 tahun,” terangnya.

Perempuan yang berumur sekitar 50 tahunan ini pun bercerita bahwa setiap harinya ia berangkat pagi buta pukul 04.00 WIB dari rumahnya yang berjarak kurang lebih 15 km dengan menaiki sepeda onthel. Butuh waktu hingga 45 menit untuk sampai ke Alun-alun menggunakan sepeda miliknya.

“Begitu sampai di Alun-alun, saya dan teman-teman lainnya langsung ambil bagian masing-masing untuk membersihkan sampah. Apalagi kalau malam hari sebelumnya ada acara di Alun-alun, pasti pagi harinya sampah berceceran,” ujarnya.

Lasti (tengah bawah) membiarkan Adipura diangkat oleh teman-teman pekerja kebersihan lainnya agar semua bisa merasakan bahagianya memperoleh penghargaan dari Presiden. (foto: ag-infoblora)
“Suami saya hanya petani, sedangkan 2 anak saya sudah besar-besar dan telah berumah tangga sendiri-sendiri. Alhamdulillah berkat kerja keras saya menyapu, bisa membesarkan anak sampai berumah tangga,” lanjutnya.

Ia mengaku hingga kini masih berstatus tenaga honorer dengan upah sebesar Rp 1,2 juta setiap bulannya. Secara pribadi ia tidak berharap banyak untuk bisa diangkat sebagai PNS karena umur yang sudah melewati batas pengangkatan CPNS.

Usai menerima piala dari Bupati, ia pun memberikan piala Adipura Buana tersebut kepada teman-teman pekerja kebersihan lainnya agar bisa merasakan piala hasil jerih payah menyapu dan menjaga kebersihan kota selama ini. Mereka pun tampak suka cita sambil mengangkat piala bersama-sama. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved