Blora on News :
Home » , » Warga Berharap Jembatan Bengawan Solo di Kradenan Bisa Dibangun Tahun 2017

Warga Berharap Jembatan Bengawan Solo di Kradenan Bisa Dibangun Tahun 2017

infoblora.com on Jun 1, 2016 | 7:30 AM

Belasan motor bergantian menyeberang sungai dengan menggunakan perahu seadanya tanpa alat pelindung diri di Desa Medalem Kecamatan Kradenan, Blora, Selasa (31/5) kemarin. (foto: fai-infoblora) 
BLORA. Curah hujan yang kembali deras beberapa hari terakhir ini mengakibatkan debit air Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Kradenan dan sekitarnya mengalami kenaikan. Aktifitas penyebrangan perahu pun terpaksa tetap dilakukan untuk melayani masyarakat yang ingin bepergian memenuhi kebutuhan ekonomi dari Kradenan menuju Ngraho dan sebaliknya meskipun air mengalir deras.

Seperti yang terjadi pada hari Selasa (31/5) kemarin, puluhan motor bergantian mengantri untuk melakukan penyebrangan tanpa disediakan alat pelindung diri berupa pelampung atau sejenisnya. Mereka nekad karena penyebrangan tersebut merupakan satu-satunya akses terdekat untuk menyebrang Bengawan Solo.

Masyarakat setempat menginginkan agar pemerintah bisa sesegera mungkin melaksanakan pembangunan jembatan yang sudah lama diwacanakan. “Kabarnya kemarin sudah diusulkan Bupati ke Kementerian PU. Semoga bisa disetujui usulan jembatan Bengawan Solo dan bisa segera dibangun,” ucap Andi, salah satu warga Mendenrejo Kecamatan Kradenan.

Menurutnya jika tahun ini sudah diajukan, maka dirinya berharap tahun 2017 nanti pembangunan konstruksi fisiknya bisa segera dimulai. “Apalagi bulan kemarin staf khusus Wakil Presiden bersama Wakil Bupati Blora dan Mas Heru arsitek pemenang Andai Aku Walikota Bandung datang langsung melihat kondisi riil di lapangan bagaimana keadaan penyebrangan Bengawan Solo tepat di Desa Medalem. Kami sudah lama merindukan adanya jembatan disini karena jika itu benar-benar dibangun maka akan membawa manfaat yang besar untuk kemajuan Blora Selatan,” jelas Andi.

Staf Khusus Wapres dan Wabup saat meninjau penyebrangan Bengawan Solo
bulan lalu diharap bisa mempercepat pembangunan jembatan. (foto: ra-infoblora)
Diketahui bersama wilayah Kradenan, Kedungtuban, Randublatung dan Blora Selatan lainnya merupakan lumbung pangan penghasil komoditas pertanian. Namun sayang proses distribusinya terkendala terbatasnya akses transportasi. Padahal kebanyakan hasil pertanian di Blora Selatan dijual ke wilayah Jatim.

“Kalau harus memutar lewat jembatan yang ada di Cepu itu cukup jauh dan memakan biaya transport. Jika ada jembatan disini maka akan lebih murah dan lebih lancar distribusi hasil pertaniannya. Sehingga perekonomian Blora Selatan bisa cepat berkembang,” lanjutnya.

Perlu diketahui, gagasan pembangunan jembatan penghubung Kradenan (Blora) menuju Ngraho (Bojonegoro) sebenarnya sudah lama muncul. Bupati Bojonegoro Suyoto saat berkunjung ke Blora Februari silam juga menyatakan dukungannya agar jembatan tersebut bisa dibangun. Pemkab Blora dan Bojonegoro pun sepakat dan telah mengirimkan surat pengajuan pembangunan jembatan ke Kementerian PU.

Dukungan dari Gubernur Jawa Timur Sukarwo dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga ada. Diperkuat dengan silahturahmi Bupati Blora Djoko Nugroho dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M.Basuki Hadimuljono pertengahan April lalu di Jakarta. Hal itu membuat warga Kradenan dan sekitar optimis pembangunan jembatan bisa dilakukan segera.

Senada dengan Andi, Guruh (27) warga Kradenan lainnya juga berharap agar pembangunan jembatan bisa dilakukan tahun 2017 mendatang. “Jika jembatan dibangun, maka jalan Randublatung-Kradenan akan semakin ramai dan perlu ditingkatkan dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi,” pintanya. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved