Blora on News :
Home » , » Terkendala Ijin Perhutani, Dukuh Ngandong di Kec.Kradenan Belum Punya Listrik

Terkendala Ijin Perhutani, Dukuh Ngandong di Kec.Kradenan Belum Punya Listrik

infoblora.com on Jun 25, 2016 | 1:00 PM

Salah satu sudut Dukuh Ngandong Desa Nglebak Kecamatan Kradenan yang belum teraliri listrik. (foto: dok-ib)
BLORA. Sejumlah wilayah tepian hutan di Kabupaten Blora ternyata hingga saat ini masih banyak yang belum teraliri listrik sehingga warga setempat terpaksa harus menyalur listrik ratusan meter dari desa sekitar agar mendapatkan penerangan saat malam hari.

Seperti yang dialami warga Dukuh Ngandong Desa Nglebak Kecamatan Kradenan, dimana warga disini harus memasang kabel secara mandiri dengan tiang bambu untuk menyalurkan listrik dari desa sebelah.

“Iya, di dapil saya, masih ada dukuh yang belum tersentuh kelistrikan sama sekali, Dukuh Ngandong, Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan,” kata anggota Komisi C DPRD Blora, Mulyono, kepada Info Blora, kemarin.

Mulyono anggota Komisi C DPRD Blora ingin agar aliran listrik bisa segera
masuk ke desa-desa hutan. (foto: dok-pks)
Politisi dari PKS tersebut menjelaskan, warga Ngandong terpaksa harus memasang kabel listrik hingga ratusan meter untuk mendapat pasokan listrik dari kampung tetangga.
“Sungguh memprihatinkan,” ucapnya.

Menurut Mulyono, sebenarnya pemerintah kabupaten sudah menganggarkan untuk penerangan listrik di Ngandong, namun terbentur dengan perizinan. Sehingga saat ini warga Dukuh Ngandong belum dapat sepenuhnya merasakan penerangan listrik.

“Aggaran sudah (ada), tapi saat ini pemerintah terkendala masalah perizinan dari Perhutani. Pasalnya jaringan listrik harus melalui wilayah hutan Perhutani KPH Ngawi yang perijinannya berbelit-belit. Pemkab harus terus berjuang agar warga di desa hutan ini bisa segera menikmati listrik,” tegasnya.

Tidak hanya Ngandong, menurutnya kemungkinan masih banyak lagi perdukuhan (perkampungan) yang hingga kini belum tersentuh listrik di wilayah Blora ini. “Terutama desa-desa yang berada di tengah hutan,” pungkasnya.

Diketahui wilayah Kabupaten Blora 48 persen terdiri dari hutan jati yang dikelola oleh Perhutani. Di dalam hutan tersebut terdapat 83 desa yang memiliki jumlah penduduk hingga 200 ribu lebih.

Untuk Desa Nglebak sebenarnya sudah ada bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Dinas ESDM, namun kapasitas listrik yang dihasilkan belum bisa untuk dinikmati semua warga desa. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved