Blora on News :
Home » , » Tambang Liar, Tanggul Bengawan Solo dan Jalan di Kec.Kradenan Rusak

Tambang Liar, Tanggul Bengawan Solo dan Jalan di Kec.Kradenan Rusak

infoblora.com on Jun 4, 2016 | 12:00 PM

Truk-truk pengangkut pasir dari penambangan liar melintas di Jl.Mendenrejo-Pilang Randublatung membuat badan jalan rusak. (foto: ar/an-ib)
BLORA. Keberadaan tambang pasir liar di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo wilayah Kecamatan Kradenan, Blora semakin mengikis kekuatan tanggul sehingga rawan longsor. Banyak tanah milik warga tepi Bengawan Solo longsor karena dasar sungai terus disedot dengan mesin, sementara tanggul tidak ada penguatnya.

Tidak hanya itu, akibat banyaknya truk-truk pasir yang lalu-lalang juga membuat jalan penghubung antar desa dan jalan penghubung Kecamatan Kradenan menuju Randublatung jadi rusak. Hal tersebut diungkapkan Andi (32) warga Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan, kepada Info Blora, Sabtu (4/6).

“Sampai saat ini belum ada upaya serius dari dinas terkait untuk menertibkan tambang pasir liar tersebut secara permanen. Saya katakan liar dalam artian tidak berijin karena setiap ada operasi oleh petugas pasti mereka menghentikan tambang sementara. Petugasnya pergi, ya beroperasi lagi. Mau sampai kapan dibiarkan seperti ini, sedangkan jalan kami terus rusak,” ungkapnya.

Aktifitas penambang pasir liar terus beroperasi. (foto: ar-ib)
Ia mencontohkan, ruas Jalan Mendenrejo-Pilang Randublatung ada beberapa titik kerusakan parah di wilayah Desa Temulus dan Dukuh Goito. Meski tahun lalu ada perbaikan, namun tidak bertahan lama karena dilintasi truk truk bermuatan pasir hasil tambang liar.

Sementara itu untuk kerusakan tanggul menurutnya berada di Dukuh Kradenan Desa Mendenrejo, Dukuh Sunggun dan Dukuh Jambi Desa Medalem. “Tanggul yang longsor sejak 2 tahun lalu pun hingga kini belum ada perbaikan dari BBWS Bengawan Solo,” tegasnya.

Adapun Ariyanto (25) warga Randublatung juga mengeluhkan hal yang sama. “Gara-gara tambang pasir liar kini lingkungan di sepanjang bantaran Bengawan Solo rusak. Jalan yang dilalui truk-truk pengakut pasir bodol seperti di selatan SMA NU 1 Kradenan penghubung Mendenrejo menuju Peting Randublatung. Dinas terkait harus bisa tegas, apa untungnya mencari nafkah dengan merusak alam. Yang ada justru bencana yang datang,” keluhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Blora Setyo Edy, saat dimintai keterangan tentang keberadaan tambang pasir liar di Kradenan menjelaskan bahwa wewenang penertiban penambangan galian C seperti pasir Bengawan Solo berada di Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah.

Tanggul Bengawan Solo semakin memprihatinkan. (foto: ar-ib)
“Itu wewenang Dinas ESDM Jateng. Biasanya ESDM Provinsi yang turun untuk melakukan penertiban bersama Polda, bukan Satpol PP. Kami di Kabupaten hanya membantu melaporkan jika ada pelanggaran tambang ke Provinsi,” ujarnya.

Menurut Setyo Edy, jika memang ada warga yang mengetahui aktifitas penambangan liar maka ia meminta agar bisa difoto dan ditunjukkan koordinat lokasi penambangan untuk dilaporkan ke Dinas ESDM Jateng. “Beberapa hari lalu juga ada petugas dari provinsi yang turun untuk mengamankan mesin penyedot pasir di Kradenan. Jumat kemarin beberapa truk pengangkut pasir juga dihadang petugas untuk dibina dan diperiksa surat-surat keterangan aktifitas pertambangannya,” lanjutnya.

Pihaknya berahap kerjasama yang baik dari seluruh warga agar bisa pro aktif memberikan informasi terkait pertambangan liar di wilayah Kradenan. “Jangan takut, laporkan jika kegiatan tambang itu merusak lingkungan,” pungkasnya. (rs-infobora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved