Blora on News :
Home » , » Tak Hanya Sekolah, Bupati Minta Dinas SKPD Terapkan Program Adiwiyata

Tak Hanya Sekolah, Bupati Minta Dinas SKPD Terapkan Program Adiwiyata

infoblora.com on Jun 4, 2016 | 4:34 AM

Bupati tanaman pohon kelengkeng di halaman belakang
SMPN 3 Blora dalam rangka Hari Lingkungan Hidup 2016.
(foto: ag-infoblora)
BLORA. Meskipun peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia jatuh pada 5 Juni besok, namun Kabupaten Blora telah lebih dahulu menggelarnya dalam sebuah acara penghargaan sekolah adiwiyata di SMP Negeri 3 Blora, Jumat (3/6) kemarin. Yakni sekolah-sekolah yang memberikan perhatian besar terhadap kelestarian alam sekitar dengan menggalakkan gerakan kebersihan, sadar lingkungan, penanaman pohon dan lainnya.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Blora H.Djoko Nugroho, jajaran Forkopimda, kepala Dinas/SKPD terkait, Perwakilan dari Kemen Ristekdikti Dr.Ir. Muhammad Arif Yudyanto M.Eng, serta seluruh Sekolah Adiwiyata se-Kabupaten Blora.

Dalam sambutannya Bupati H.Djoko Nugroho berharap agar tidak hanya sekolah saja yang menerapkan program Adiwiyata dalam rangka pelestarian lingkungan. Ia juga mengajak agar seluruh perkantoran Dinas/SKPD juga ikut melaksanakan program adiwiyata.

“Merawat dan menjaga lingkungan itu kewajiban kita dan harus diajarkan kepada generasi muda. Sekolah menerapkan program adiwiyata itu sudah bagus, kini saya ajak juga agar semua perkantoran dinas SKPD juga harus ikut melaksanakan program adiwiyata ini. Semakin hijaunya lingkungan maka akan berdampak pada kesehtan kita sendiri,” ujar Bupati.

Terkait Indek Pembangunan Manusia (IPM), Pak Kokok sapaan akrab Bupati mengimbau agar pemberantasan buta aksara lebih mengutamakan pada generasi muda, untuk yang usia tua tidak perlu dipaksakan.

“Tugas guru SD mengawal dan memastikan anak didik sampai jenjang SMP, begitu juga guru SMP bisa mempermudah penerimaan. Jangan mahal-mahal pendaftarannya, ingat bagi orang kota uang seratus ribu sedikit tetapi bagi orang desa sangatlah banyak,” himbaunya.

Dikesempatan yang sama Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blora Ir. Wahyu Agustini, SE, MSi. mengatakan bahwa kepedulian terhadap lingkungan hayati perlu ditingkatkan dan dibantu dengan adanya Sekolah Adiwiyata.

“Acara ini diselenggarakan sebagai momentum membumikan Sekolah Adiwiyata dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, serta meningkatkan kepedulian lingkungan pada siswa siswi,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Blora, Saryani Pujiyanto, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya Sekolah Adiwiyata ini dapat meinngkatkan kepedulian siswa siswi terhadap lingkungan sekitar. “Saya ingin anak-anak nanti bisa menjadi pelopor gerakan pelestarian alam setelah lulus dari sekolah adiwiyata ini,” ucapnya.

Sementara itu perwakilan Kemenristekdikti Muhammad Arif Yudyanto terkait pelestarian lingkungan, mengatakan bahwa Blora merupakan wilayah populasi sapi terbesar ke lima se Indonesia, dengan jumlah 270 ribu ekor. Ia pun mengajak Masyarakat Blora untuk mengembangkan biogas dari kotoran sapi agar tidak mencemari lingkungan.

“Sengaja saya datang bawa ratusan kantong plastik yang akan dibagikan ke siswa sebagai alat untuk contoh pembuatan biogas dan ternyata anak-anak pada bisa. Saya juga membawa bibit pohon gayam yang rencananya akan ditanam di Waduk Tempuran,” ucapnya.

Pada acara ini juga digelar pameran hasil daur ulang limbah yang dilakukan oleh siswa siswi Sekolah Adiwiyata mulai dari SD hingga SMA dan sedrajat. Barang yang tidak terpakai ini pun dapat dialih fungsikan menjadi barang yang memiliki manfaat lain selain menjadi sampah. Dilakukan pula pembuatan biopori serta penanaman pohon Kelengkeng Oleh Bupati Blora Djoko Nugroho serta Forkopimda di halaman belakang sekolah. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved