Blora on News :
Home » , » Musim Giling 2016 Dimulai, Pabrik Gula Blora Targetkan Serap Tebu 380.000 Ton

Musim Giling 2016 Dimulai, Pabrik Gula Blora Targetkan Serap Tebu 380.000 Ton

infoblora.com on Jun 8, 2016 | 9:00 AM

Aktifitas giling tebu di Pabrik Gula Blora milik PT.GMM Desa Tinapan Kecamatan Todanan. (foto: ag-ib)
BLORA. Pabrik Gula (PG) Blora milik PT.Gendhis Multi Manis (GMM) yang berdiri di Desa Tinapan Kecamatan Todanan ternyata sudah memulai musim giling tebu 2016 sejak 3 Juni kemarin. Ratusan truk setiap hari keluar masuk untuk menyetorkan hasil tebu para petani dari berbagai wilayah Blora.

Seperti yang terekam pada Selasa siang (7/6) kemarin, truk pengangkut tebu berderet memanjang antri untuk memasukkan tebu ke mesin giling. Setidaknya setiap hari ada 300 hingga 400 truk masuk membawa tebu petani.

Presiden Direktur PT.GMM saat dihubungi menyampaikan bahwa selama musim giling tahun 2016 ini pihaknya menargetkan bisa menyerap tebu hingga 380.000 ton. “Kami targetkan bisa giling tebu hingga 380.000 ton selama musim 2016. Adapun kapasitas giling kita setiap harinya maksimal 6000 ton atau 6000 TCD (Tone Cane Day),” ujarnya.

Ratusan truk antri menunggu giliran giling di halaman parkir PG.Blora PT.GMM
(foto: hum-gmm)
Menurutnya mesin giling tebu yang sempat trouble pada musim giling 2015 dan 2015 lalu sudah selesai diperbaiki dan siap digunakan untuk mengejar target giling hingga 6000 TCD. “Saat ini kami baru mencapai 3000 ton per hari. Seiring berjalannya waktu akan ditambah hingga maksimal 6000 ton per hari,” lanjutnya.

Pihak GMM memastikan musim giling akan berlangsung selama 150 hari kedepan atau hingga pertengahan Oktober. “Kami utamakan terlebih dahulu tebu-tebu petani Blora agar bisa masuk. Setelah itu baru membuka peluang tebu dari luar Blora seperti Rembang, Grobogan, Pati, Tuban, Ngawi dll,” bebernya.

Hal itu dilakukan karena luas lahan perkebunan tebu di Blora tahun ini menurun jika didandingkan pada musim giling 2014-2015 lalu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Blora, saat ini luas lahan tebu di Kabupaten Blora tinggal 3.300 hektare.

Sehingga untuk memenuhi kebutuhan giling pabrik harus mendatangkan tebu dari luar daerah dan beroperasi selama 24 jam dengan sistem shif pegawai. Sedangkan daya produksi Pabrik Gula Blora PT.GMM butuh dukungan lahan tebu sekitar 7.000 hektare hingga 10.000 hektare.

Perlu diketahui, dengan menggunakan teknologi Close Loop Water System pabrik ini dikenal ramah lingkungan dimana air limbah akan diolah lagi untuk menurunkan kadar COD (Chemical Oxigen Demand) dan BOD (Biological Oxigen Demand) nya, kemudian disirkulasikan menuju Waduk Gendhis Tirta Mulya dan dimanfaatkan kembali guna memenuhi kebutuhan air bersih di area pabrik pada saat produksi. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved