Blora on News :
Home » , » Kebun Pisang Cavendis Milik Hairul Seluas 7 Hektare di Todanan Target Ekspor

Kebun Pisang Cavendis Milik Hairul Seluas 7 Hektare di Todanan Target Ekspor

infoblora.com on Jun 23, 2016 | 3:00 PM

Kebun pisang cavendis milik Hairul Anwar di Desa Kedungwungu Kecamatan Todanan. (foto: teg-infoblora)
BLORA. Tanah yang cukup subur di wilayah Kabupaten Blora membuat Hairul Anwar seorang warga Dukuh Gayam Desa Kedungwungu Kecamatan Todanan membudidayakan pisang jenis cavendis di lahan pertanian seluas 7 hektare.

Berdasarkan pengakuan Hairul, ia mengawali usaha perkebunan pisang tersebut sudah lama. Ia mulai bergelut dengan tanaman buah sejak masih tinggal di Jakarta. Namun mulai berkonsentrasi pada perkebunan pisang pada tahun 2009. Saat itu, dia bergabung di salah satu perusahaan yang membidangi tentang buah-buahan. Hingga kini mengembangkan usahanya untuk membudidayakan pisang jenis cavendish di kampung halamannya.

‘’Kebetulan istri saya juga orang pertanian, jadi memang kita sama-sama suka dengan pertanian dan tanaman buah-buahan,’’ jelasnya, kemarin.

Menurutnya ia mulai menanam pisang di Blora sejak tahun lalu. Awalnya dia mulai melihat kondisi tanah di Blora. Setelah diamati, ternyata tanah itu cukup pas untuk ditanami pisang cavendis yang berpotensi untuk diekspor. Dengan modal yang cukup, akhirnya bibit mulai didatangkan dan ditanam.

Untuk merawat pisang, perlu teknik khusus. Misalnya, kebutuhan air harus cukup. Saat berbuah, buah pisang harus dijaga agar tidak dimakan oleh serangga atau terserang hama,” ungkapnya.

Untuk bisa menanam dan mengembangkan pisang cavendis dirinya pernah belajar ke Filiphina. Disana selama beberapa minggu dia berada disalah satu perusahaan perkebunanan pisang yang cukup ternama.

Cara berkebunnya sangat modern. Semua aspek diperhatikan, oleh karena itu pisang ini termasuk piasng yang perlu diperhatikan khusus,’’ imbuhnya.

Bahkan, perkebunan pisang di negeri sebrang itu bisa membuat pabrik plastik hingga kertas agar bisa melakukan pengepakannya tersendiri. Jadi tak sekedar budidaya pisang namun juga proses pengepakannya dilakukan sendiri,’’ ujarnya.

Hairul menambahkan banyak pelajaran yang bisa diambil dari Filiphina itu. Sebab, jarang sekali proses pengembangan industri buah-buahan di Indonesia yang dilakukan seperti di negeri itu. Bahkan peluang bisnis pisang cavendis cukup bagus. Sebab, potensi ekspor juga ada. Tak hanya itu, dipasaran lokal pun kebutuhan selalu kurang. Sehingga, cukup bagus bila dilakukan oleh petani buah di daerah.

Kami juga ada mitra petani yang menanam pisang ini disini,’’ katanya.

Selain itu hasil panen pisang cukup menggiurkan. Sekilo pisang cavendis yang dijual ke pengepul tergantung tipe dan kualitasnya. Hairul mencontohkan ada pisang cavendis yang harganya Rp 5000 per kilogram.

Marketnya tidak hanya di Jawa saja. Tapi di Lampung, Makassar, Kalimantan sudah banyak yang meminta. Kalau lokal yang minat kebanyakan diri supermarket atau minimarket,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, usia panen pisang cavendis juga beraneka ragam. Bisa jadi, 9-10 bulan baru melakukan panen. Dengan begitu, petani yang menanam pisang jenis cavendis bisa menuai untung.

Saya kira di Blora tanahnya cukup cocok untuk pisang jenis ini. Yang terpenting irigasi dan cara tanamnya yang pas,’’ pungkasnya. (teg-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved