Blora on News :
Home » , , » Elpiji Melon Langka, Warga Pertanyakan Hasil Penambahan Kuota 10 Persen

Elpiji Melon Langka, Warga Pertanyakan Hasil Penambahan Kuota 10 Persen

infoblora.com on Jun 11, 2016 | 9:00 PM

Memasuki bulan ramadhan hingga kini pasokan elpiji 3 kg mendadak seret. Terjadi kelangkaan di berbagai wilayah Blora. (foto: ag-ib)
BLORA. Pada hari Rabu (8/6) lalu Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UMKM (Disperindagkop UMKM) Kabupaten Blora melakukan sidak ketersediaan elpiji 3 kg di SPBE Medang. Dalam kegiatan itu Kabid Perdagangan Disperindagkop UMKM Blora Ngadi Utomo menyatakan bahwa pihaknya mengajukan penambahan kuota elpiji sebanyak 10 persen untuk mengatasi peningkatan kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran nanti.

Namun keadaan di lapangan hingga saat ini berbeda, kelangkaan justru terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Blora. Ada yang disebabkan oleh pengurangan pasokan dan terlambatnya pasokan sehingga kalaupun ada harganya mencapai Rp 21.000 per tabung.

“Di Desa saya, elpiji 3 kg susah didapat. Kalaupun ada harganya mencapai Rp 21.000 jauh diatas HET yang ditetapkan pemerintah. Terus kemana penambahan kuota sebanyak 10 persen yang diajukan Disperindagkop UMKM itu?,” ucap Dwi salah satu warga Desa Sonokidul Kecamatan Kunduran kepada Info Blora, Sabtu (11/6).

Tim Disperindagkop UMKM Blora saat sidak di SPBE Medang, menyatakan
bahwa pihaknya mengajukan penambahan kuota hingga 10 persen.
(foto: teg-ib)
Terpisah, hal yang sama juga diungkapkan Winata warga Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan yang mengeluhkan susahnya memperoleh elpiji 3 kg di pasaran.

“Di Kecamatan Kradenan ini ada 3 pangkalan elpiji, namun sering kosong. Para pengecer lebih banyak ambil dari agen elpiji di Kecamatan Cepu. Ketika saya tanya ke pangkalan, mereka mengatakan bahwa kondisi seperti ini biasa terjadi setiap Ramadhan tiba dimana pasokan selalu dikurangi. Saya justru heran, padahal kemarin baca berita Disperindagkop UMKM Blora mengajukan tambahan kuota 10 persen,” ungkap Winata.

Begitu juga di wilayah Dukuh Klompok Desa Sogo Kecamatan Kedungtuban. Warga setempat kesulitan memperoleh elpiji 3 kg beberapa hari terakhir ini. Stok elpiji di SPBU Kedungtuban pun sempat kosong sehingga warga kelimpungan dan terpaksa membeli ke pengecer dengan harga mencapai Rp 21.000 per tabung.

(berita sebelumnya, klik Sidak SPBE, Pemkab Minta Kuota Elpiji 3 Kg Saat Ramadhan Ditambah 10 Persen)

“Semoga dinas terkait bisa secepatnya mengatasi permasalahan klasik ini. Ayolah keliling ke desa-desa mengecek kondisi lapangan biar tahu apa yang dialami masyarakat kecil. Jangan buat kami susah ketika mendekati lebaran seperti ini,” keluhnya. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved