Blora on News :
Home » , » Dijual Rp 15.500, Operasi Pasar Elpiji 3 Kg di Kunduran, Kedungtuban & Kradenan

Dijual Rp 15.500, Operasi Pasar Elpiji 3 Kg di Kunduran, Kedungtuban & Kradenan

infoblora.com on Jun 14, 2016 | 11:00 AM

Test case operasi pasar elpiji 3 Kg di Desa Sonokidul Kecamatan Kunduran. (foto: eny/ag-ib)
BLORA. Keluhan sulitnya mendapatkan elpiji tabung 3 kg atau elpiji melon yang diimbangi dengan melonjaknya harga hingga Rp 20 ribuan oleh masyarakat di Desa Sonokidul Kecamatan Kunduran, Kecamatan Kedungtuban dan Kecamatan Kradenan beberapa hari lalu direspon cepat oleh Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Migas wilayah Pati.

Sejak Senin (13/6) kemarin Hiswana Migas wilayah Pati yang membawahi Pati, Rembang, Blora, Kudus dan Jepara menggelar operasi pasar elpiji 3 kg di tiga kecamatan yang sebelumnya dikeluhkan kesulitan memperoleh gas melon ini.

“Hari ini (kemarin-red) kami mulai menggelar test case operasi pasar elpiji 3 kg di 3 kecamatan yang disinyalir terjadi kelangkaan elpiji saat bulan ramadhan. Yakni Kunduran, Kedungtuban dan Kradenan. Jika dalam waktu satu jam, bisa menghabiskan 200 tabung maka bisa dikatakan elpiji di wilayah tersebut langka,” jelas Sukma perwakilan Hiswana Migas saat mengikuti rakor Ekuinda bersama Bupati Djoko Nugroho di Setda, Senin (13/6) kemarin.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, dalam test case operasi pasar elpiji 3 kg kemarin dilakukan oleh PT.Garuda Pratama Raya di Desa Sonokidul Kecamatan Kunduran. Sedangkan hari ini berlanjut di Desa Wado Kedungtuban dan Desa Mojorembun Kecamatan Kradenan oleh KPRI Serba Usaha Migas Cepu dengan harga Rp 15.500 per tabung sesuai dengan SK Gubernur Jateng.

Operasi pasar di Desa Sonokidul kemarin sempat dihentikan karena turun hujan deras, laku 50 tabung dan dilanjutkan hari ini. Sementara di Pasar Kedungtuban kemarin warga antusias hingga laku 120 tabung.

“Hari ini di Wado Kedungtuban dan Mojorembun Kradenan sudah laku masing-masing 145 tabung dan 29 tabung,” ungkap Agung Nurhananto, salah satu petugas operasi pasar gas elpiji 3 kg, Selasa (14/6).

Dengan digelarnya operasi pasar ini bisa diketahui tingkat kelangkaan gas elpiji 3 kg dan penyebabnya. Menurutnya rata-rata karena masih minimnya pangkalan, sehingga masyarakat biasa beli dari pengecer yang harganya mahal. “Barangnya ada, hanya saja rantai distribusinya panjang sehingga harga di pengecer sudah tinggi,” pungkasnya. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved