Blora on News :
Home » , , » Di Blora, Mahasiswa IPB Ubah Limbah Daun Jati Jadi Arang Aktif Penangkap Polutan

Di Blora, Mahasiswa IPB Ubah Limbah Daun Jati Jadi Arang Aktif Penangkap Polutan

infoblora.com on Jun 28, 2016 | 2:00 AM

Plt Sekda Blora Sutikno Slamet didampingi Kepala BLH, Sekretaris Dinas Kehutanan, Kabid IPW Bappeda, Camat dan Kades meresmikan penggunaan alat pembakaran limbah daun jati jadi arang aktif. (foto: ag-infoblora)
BLORA. Melalui Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M), 5 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menerapkan teknologi tepat guna berupa pemanfaatan limbah daun jati menjadi arang aktif penyerap polutan di Desa Balongsari Kecamatan Banjarejo, Blora.

Sejak awal Juni lalu, tim IPB yang terdiri dari Supriyanto mahasiswa asal Blora, Mulya Sari dari Palembang, Rojali Fadila dari Garut, Nur Rahmah dari Biak, dan Hasan Khairullah dari Kalimantan telah melakukan observasi lapangan di hutan jati sekitar Desa Balongsari.

Bagan pemanfaatan limbah daun jati sebagai penyerap polutan. (foto: ag-ib)
“Kita tahu hampir separuh wilayah Blora terdiri dari hutan jati. Selama ini limbah daun jati belum dimanfaatkan secara baik, hanya dibakar atau dibiarkan membusuk begitu saja. Padahal jika dimanfaatkan dengan baik, limbah daun jati bisa memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” ujar Supriyanto, ketua kelompok tim PKM-M IPB.

Atas dasar itu, dirinya bersama 4 teman lainnya membuat alat pembuat arang aktif berbahan dasar daun jati kering yang telah jatuh dari pohon. “Masyarakat kami edukasi dan kami ajak melakukan pembuatan arang aktif atau nanopartikel karbon aktif dari limbah daun jati. Hasilnya nanti berguna untuk penyerap polutan agar tanah pertanian tidak cepat rusak akibat pupuk kimia,” lanjutnya.

Alat dibuat dari 2 buang tong besar sebagai tempat pembakaran daun jati kering menjadi arang aktif. Agar asap pembakaran bisa dimanfaatkan, sebuah bambu besar dibuat sedemikian rupa untuk mengubah asap menjadi cair.

Masyarakat diajak mengumpulkan limbah daun jati di wilayah hutan. (foto: dok-pkm/ipb)
Peluncuran alat telah dilakukan Minggu (26/6) lalu di Balaidesa Balongsari dengan dihadiri Plt Sekda Blora Sutikno Slamet, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Blora Wahyu Agustini, Kabid IPW Bappeda Blora Supoyo, Sekretaris Dinas Kehutanan Indah Purwaningsih, Camat Banjarejo Suhirman, Kades Balongsari Sulandi dan masyarakat sekitar.

“Saya yakin ini teknologi mahal dan membawa dampak yang positif dalam dunia pertanian serta kelestarian lingkungan, maka saya mohon masyarakat desa dan Pak Kades untuk mendukung program adek-adek mahasiswa ini. Kalau sukses, bisa diajarkan ke petani-petani hutan di wilayah lainnya,” ucap Plt Sekda Blora Sutikno Slamet saat meresmikan alat.

Supriyanto menambahkan, dengan cara pembuatan nanopartikel karbon aktif ia berharap kedepan bisa memberi nilai tambah limbah daun jati. Memberdayakan SDM di desa menjadi lebih mandiri dengan cara pelatihan pembuatan nanopartikel karbon aktif.


“Semoga program kami berhasil sehingga dapat mendorong penciptaan lapangan kerja baru dengan terbentuknya UKM agroindustri limbah daun jati,” pungkasnya. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved