Blora on News :
Home » , » Bupati Blora Mediasi Masalah PT.Geo Cepu Indonesia yang Belum Gaji Pekerja

Bupati Blora Mediasi Masalah PT.Geo Cepu Indonesia yang Belum Gaji Pekerja

infoblora.com on Jun 24, 2016 | 8:30 AM

Bupati Blora (batik hijau tengah) melakukan diskusi mediasi dengan PT.GCI dan Pertamina EP Asset 4 Cepu, Kamis (23/6) kemarin. (foto: wit-infoblora)
BLORA. Masalah belum terbayarnya gaji pekerja migas dibawah Kerjasama Operasional (KSO) Geo Cepu Indonesia (GCI) dengan Pertamina EP Cepu sejak tahun 2015 lalu hingga kini ternyata belum terselesaikan dan semakin berlarut-larut. KSO GCI yang berproduksi di lapangan migas Ledok dan Nglobo ini diduga mengalami kesulitan finansial sehingga belum bisa membayar gaji pekerja migas.

Berdasarkan informasi, pekerja migas dibawah KSO GCI ini ada yang belum digaji hingga 1 tahun 6 bulan. Mereka ingin hak nya tersebut segera dibayarkan, apalagi saat ini mendekati lebaran. Seharusnya perusahaan juga mulai mempersiapkan Tunjangan Hari Raya (THR).

Bupati Blora H.Djoko Nugroho pun merasa gerah sehingga bersama Disnakertransos dengan Pertamina EP Asset 4 Cepu menggelar mediasi dalam rangka duduk bersama mencari jalan terbaik untuk nasib para pekerja migas sehingga terjalin hubungan industri yang harmonis dan kondusif.

Berlangsung di Gedung Workshop Pertamina EP Asset 4 Cepu, Kamis (23/6) kemarin Bupati pun berdialog dengan perwakilan PT.GCI Markoni, Field Manager Pertamina EP Asset 4 Cepu Agus Amperianto, Kepala Disnakertransos Chris Hapsoro serta perwakilan pengusaha dan pekerja migas.

Namun sayangnya dalam mediasi tersebut, pimpinan pusat PT.GCI tidak datang. Bupati pun akan mengundang pimpinan PT.GCI untuk datang ke Blora untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Saya ingin dalam 6 bulan kedepan, semua gaji pekerja bisa segera dibayarkan oleh PT.GCI,” tegas Bupati.

Sementara itu, Markoni menyatakan bahwa pimpinan GCI akan siap bertemu dengan Bupati dan Pertamina EP Asset 4 Cepu minggu depan. “Senin besok (27/06) pimpinan kami akan ke Blora dan bertemu Bupati, untuk menyelesaikan outstanding yang belum diselesaikan pada karyawan KSO GCI,” ungkap Markoni.

Hal tersebut merupakan titik temu kesepakatan sementara antara karyawan KSO GCI dengan pihak manajemen GCI yang sejak 2 tahun silam gaji mereka belum terbayarkan. Perludi ketahui pada pertemuan sebelumnya antara pihak manajemen dan karyawan KSO GCI berlangsung di Kantor Setda Blora (6/6) lalu menghasilkan kesepakatan yang belum terealisasi sampai saat ini.

Dalam mediasi tersebut disepakati bahwa kondisi finansial perusahaan PT.GCI merupakan urusan internal terkait komitmen kontrak antara KSO GCI dan Pertamina EP, Bupati tidak akan ikut campur. Pertamina EP mengharapkan kondisi operasional KSO GCI tidak terganggu dengan kewajiban pembayaran ke mitra kerja yang harus diselesaikan oleh KSO GCI dan Holding PT.Goe Cepu Indonesia.

“Terkait hutang piutang KSO GCI dengan mitra kerja/ vendor ini agar tidak dikait-kaitkan secara langsung dengan pencairan hasil produksi migas mengingat pembayaran kepada mitra kerja tidak tergantung pada ada atau tidak adanya lifting minyak,” pungas Agus Amperianto. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved