Blora on News :
Home » , , » Tolak Pemindahan Pasar, Pedagang Minta DPRD Pending Anggaran Pembangunan

Tolak Pemindahan Pasar, Pedagang Minta DPRD Pending Anggaran Pembangunan

infoblora.com on May 26, 2016 | 3:00 AM

Perwakilan pedagang Pasar Blora berdialog dengan pimpinan DPRD Blora terkait rencana pemindahan pasar oleh Bupati. (foto: ag-infoblora)
BLORA. Aksi demo penolakan pemindahan Pasar Induk Blora ke kawasan Gabus Kelurahan Mlangsen yang dilakukan sekitar 300 pedagang di depan Kantor Bupati Blora, Rabu (25/5) kemarin berlanjut ke gedung DPRD Blora. Merasa belum mendapatkan jawaban yang pasti tentang kejelasan jadi atau tidaknya pemindahan pasar dari Bupati, ratusan pedagang melanjutkan aksi jalan kaki ke rumah rakyat yang ada di Jl.Ahmad Yani.

“Kami belum mendapatkan kejelasan dari Bupati, sehingga mendatangi DPRD untuk meminta dukungan wakil kami di parlemen agar bisa menyuarakan suara para pedagang. Apalagi DPRD itu wakil rakyat, harus bisa memperjuangkan kemauan rakyatnya,” ujar Prionggo, salah satu pedagang sekaligus pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Induk Blora (P3IB).

Setibanya di halaman depan gedung DPRD, sebanyak 20 perwakilan massa yang melakukan demo dipersilahkan masuk untuk mengikuti dialog dengan jajaran pimpinan DPRD Blora. Sementara pedagang lainnya menunggu hasil dialog di halaman sambil beristirahat.

Dialog dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Blora Bambang Susilo dengan didampingi Wakil Ketua DPRD H.Abdullah Aminudin, Kepala Disperindagkop UMKM Blora Maskur serta sejumlah anggota Komisi B yang membidangi perekonomian dan keuangan.

Di hadapan pimpinan DPRD, Ketua P3IB Tarwa Saladin pun langsung menyampaikan unek-unek para pedagang yang butuh mendapatkan dukungan penuh dari kalangan dewan. “DPRD kan wakil rakyat, sudah seharusnya wajib memperjuangkan kepentingan rakyat yang memilihnya. Saat ini kami dihadapkan dengan masalah pemidahan pasar, sehingga bagaimana caranya agar DPRD bisa membatalkan itu. Kalau bisa dipending saja anggaran pembangunan pasar yang baru dalam APBD tahun depan,” ungkap Tarwa Saladin.

“Semua anggaran pembangunan yang akan dilakukan pemerintah kan harus dibahas dan disetujui oleh DPRD. Atas dasar itu kami minta agar DPRD tidak menyetujui jika Bupati mengajukan rencana anggaran pemindahan dan pembangunan pasar,” lanjut tarwa Saladin.

Begitu juga dengan KH.Khudori pedagang Pasar Induk Blora yang secara tegas meminta kalangan DPRD ikut menolak pemindahan pasar ke Gabus. “DPRD harus bisa mendukung rakyat untuk menolak pemindahan pasar, kalau tidak ya kualat. Allah yang akan mendukung suara kami,” tegas KH.Khudori.

Sementara itu Bambang salah satu perwakilan pedagang lainnya menyampaikan bahwa pihaknya tidak melarang Bupati untuk membangun pasar baru di Gabus, tetapi Pasar Induk yang sekarang ini jangan dipindah.

“Silahkan pasar dibangun di Gabus, tapi jangan pindah Pasar Induk. Gunakan pasar di Gabus itu untuk menampung dan menertibkan pedagang pasar tumpah di sepanjang Jl.MR Iskandar yang selalu ada di setiap pagi serta pedagang pasar rel yang menempati tanah PT.KAI,” pintanya.

Ketua DPRD Blora, Bambang Susilo pun mengatakan bahwa hingga saat ini Bupati belum pernah menyampaikan secara resmi rencana pemindahan dan pembangunan pasar di Gabus ke anggota dewan.

“Bupati belum pernah berdialog dengan DPRD terkait rencana pemindahan pasar. Dengan adanya kegiatan ini, kami akan catat semua keluhan pedagang untuk dikoordinasikan dengan Bupati. Kami janji akan mengawal kepentingan pedagang. Coba Pak Sekwan nanti dijadwalkan pertemuan dengan Bupati untuk membahas masalah ini,” ujar Bambang Susilo.

Adapun Wakil Ketua DPRD Blora, H.Abdullah Aminudin menjelaskan bahwa pihaknya sudah menangkap jelas apa keluhan pedagang. “Berdasarkan pemaparan pedagang, kesimpulannya tidak menolak pembangunan pasar di Gabus, tapi pasar induk tidak usah dibongkar. Untuk itu nanti akan digelar rapat intern antara legislatif dan eksekutif. Mudah mudahan ada jalan keluar, kita berdoa bersama nggih Pak, Bu. Percayalah kami dari DPRD akan mencarikan solusi terbaik agar memperoleh jalan terbaik untuk keduanya,” pungkasnya.

Ia mengatakan bahwa tugas merencanakan pembangunan memang bukan menjadi ranah kinerja DPRD. Semua perencanaan pembangunan dibuat oleh Bupati melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), termasuk rencana pemindahan pasar ini.

(berita sebelumnya, klik : Ini Tanggapan Bupati Saat Didemo Pedagang Pasar Blora di Hari Ulang Tahunnya)

Setelah mendapatkan dukungan dan janji dari DPRD untuk menyelesaikan masalah rencana pemindahan pasar, ratusan pedagang yang melakukan demo pun membubarkan diri dengan tertib. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved