Blora on News :
Home » , , » Tolak Pemindahan Pasar, Ini Saran Pedagang Untuk Bupati Blora

Tolak Pemindahan Pasar, Ini Saran Pedagang Untuk Bupati Blora

infoblora.com on May 25, 2016 | 10:30 AM

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Induk Blora (P3IB) Tarwa Saladin menyampaikan sarannya kepada Bupati terkait rencana pemindahan pasar. (foto: ag-infoblora)
BLORA. Rencana Bupati H.Djoko Nugroho untuk memindahkan Pasar Blora ke kawasan Gabus Kelurahan Mlangsen ditolak oleh Peguyuban Pedagang Pasar Induk Blora (P3IB) dengan menggelar demo, Rabu pagi (25/5). Para pedagang yang jumlahnya sekitar 300 orang tersebut awalnya berorasi sejak pukul 08.30 WIB di depan Kantor Bupati.

Namun tidak berselang lama perwakilan pedagang sejumlah 20 orang diajak naik ke lantai 2 ruang rapat Setda Blora untuk berdialog dengan Bupati H.Djoko Nugroho didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindag) UMKM Maskur, Plt Sekda Sutikno Slamet dan Kepala Kantor Kesbangpol Anang Sri Danaryanto.

Kepada Bupati, pedagang menyampaikan penolakannya jika pasar hendak dipindah ke Gabus. Mereka ingin Pasar Blora tetap dipertahankan karena termasuk bangunan kuno cikal bakal berdirinya pusat pemerintahan Blora peninggalan Bupati pertama bersama bangunan Masjid, Alun-alun, Kanjengan (Pendopo Kabupaten) dan Makam Gedong Ageng Sunan Pojok. Hal itu diucapkan KH Kudhori.

Bupati Djoko Nugroho mendengarkan masukan dari para pedagang terkait
rencana pemindahan pasar di ruang rapat Setda Blora. (foto: ag-infoblora)
“Pak Bupati, saya minta Pasar Blora jangan dipindah dan dibongkar. Kami setuju jika Kota Blora ditata lebih baik, namun bangunan pasar harus dipertahankan. Silahkan membangun pasar baru di Gabus untuk membuka peluang pengembangan ekonomi yang lebih luas. Di Blora kan banyak pemuda yang nganggur, nanti mereka bisa membuka usaha disana. Sedangkan kami di Pasar Blora biarlah tetap berjualan,” ucap Fahmi pedagang lainnya yang lebih akrab dipanggil Gus Mik.

Sementara itu Ketua P3IB Tarwa Saladin meminta Bupati untuk terlebih dahulu melakukan kajian layak atau tidaknya kawasan Gabus dijadikan lokasi pembangunan pasar. “Marilah Pak Bupati kita rembug bagaimana baiknya. Apakah Pemkab sudah melakukan studi kelayakan di wilayah Gabus? Jika memang belum maka segera lakukan dahulu, jangan sampai setelah membangun lalu mangkrak karena lokasinya tidak prospektif,” ujar Tarwa Saladin.

Ia pun meminta kepada Bupati agar mengutamakan rakyatnya daripada kepentingan investor. “Kalau demi pemerataan pembangunan maka utamakan rakyat , dalam hal ini pedagang kecil. Jangan pasar yang dipindah, tetapi sediakan lahan lahan kosong untuk investor di tepi kota agar mereka bisa berinvestasi. Bukan pasarnya dipindah lalu bekasnya untuk supermarket,” lanjut Tarwa Saladin.

Bambang, perwakilan pedagang lainnya bahkan mempersilahkan jika Pemkab ingin membangun pasar baru di Gabus. “Membangun pasar di Gabus ya monggo. Itu nanti bisa untuk menampung para pedagang yang berjualan di trotoar sepanjang Jl.MR Iskandar, mereka itu tidak punya ijin dan pedagang pasar rel yang menempati tanah PT.KAI. Sedangkan Pasar Induk Blora biarkan saja, atau cukup direnovasi. Tak usah dipindah,” kata Bambang.

Mendengar masukan dari para pedagang, Bupati pun mengucapkan terimakasih dan akan melakukan pengkajian lebih lanjut sambil menunggu pembuatan maket pembangunan pasar di Gabus.

“Pembangunan baru akan dilakukan pada tahun 2017 nanti. Masih ada waktu panjang untuk mengkajinya. Jangan panik, kita akan libatkan banyak pihak untuk memutuskan pemindahan atau penataan pasar ini,” kata Bupati H.Djoko Nugroho. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved