Blora on News :
Home » , , » Staf Khusus Wapres : Blora Berpotensi Jadi Pusat Peternakan Nasional

Staf Khusus Wapres : Blora Berpotensi Jadi Pusat Peternakan Nasional

infoblora.com on May 17, 2016 | 1:00 AM

Staf Khusus Wakil Presiden Wijayanto Samirin (baju putih) bersama Wakil Bupati Blora (batik coklat) meninjau kandang penggemukan sapi di Jetis Blora. (foto: ag-infoblora)
BLORA. Banyaknya warga pedesaan yang memelihara sapi dan luasnya lahan hutan hampir separuh luas Kabupaten Blora membuat Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Ekonomi dan Keuangan, Wijayanto Samirin MPP optimis wilayah ujung timur Jawa Tengah ini berpotensi menjadi pusat peternakan nasional. Apalagi di Jawa Tengah, populasi sapi terbesar ada di Blora.

Hal tersebut diungkapkan Staf Khusus Wapres Wijayanto Samirin MPP saat mengunjungi kandang penggemukan sapi milik Pak Naim di RW 04 Kelurahan Jetis, Blora, Senin (16/5) kemarin bersama Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si dan jajaran SKPD.

“Harga daging sapi di Indonesia ini paling mahal se dunia. Di Amerika, daging sapi 1 kg dihargai 2 dollar. Tetapi di Jakarta 1 kg daging harganya mencapai Rp 120 ribu. Ini sangat mahal, dan Blora harus bisa memanfaatkan ini untuk meningkatkan perekonomian daerah. Apalagi jumlah sapi di Blora sangat banyak,” ujar Wijayanto.

Sapi Blora dengan bibit unggul siap digemukkan untuk pemenuhan kebutuhan
daging. (foto: ag-infoblora)
Ia rasa tidak akan sulit mencari bakalan sapi yang baik di Blora. Dirinya menyarankan agar Pemkab Blora melalui dinas peternakan bisa menjadi pelopor pendirian ternak penggemukan sapi dengan skala besar.

“Pengalaman saya di Tuban, disana Holcim membeli lahan 200 ha untuk operasionalnya. Namun 10 persen dikembalikan untuk menyejahterakan masyarakat sekitar dalam bentuk peternakan. Beberapa kelompok ternak dilatih, dan setelah sukses mereka dilepas dan difasilitasi untuk membuat usaha penggemukan sapi secara mandiri,” lanjut Wijayanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Dintanbunakikan) Blora Reni Miharti dalam kesempatan itu mengatakan bahwa program dari pemerintah pusat sudah ada untuk pembentukan peternakan di Blora.

“Program Pusat, Blora termasuk 5 Kabupaten di Jateng yang akan dijadikan percontohan peternakan sapi. Kami sudah siapkan di Desa Pengkolrejo Japah. Hanya saja kami masih terkendala rumah potong hewan (RPH). Blora belum memiliki RPH yang memadai,” ucap Reni Miharti.

Pihaknya sedang mengajukan rencana pembangunan RPH modern di Blora agar hasil peternakan sapi bisa dijual dalam bentuk potongan daging. Keuntungan ternak penggemukan sapi menurutnya lebih tinggi jika dijual dalam bentuk daging, daripada dijual per ekor dalam keadaan hidup.

Ketika mengunjungi peternakan kambing peranakan etawa di Dukuh Blimbing Desa Sambongrejo Kecamatan Sambong, Wijayanto Samirin kembali terperangah. Ia takjub melihat peternakan warga sedulur sikep yang tertata bagus di dalam kandang panggung.

“Ini bentuk peternakan lokal yang bagus. Bisa menjadi contoh untuk wilayah di desa-desa lainnya. Semoga Pemkab bisa terus mendorong peternakan ini. Potensi yang besar, baik jumlah ternak ataupun pakan ternak yang melimpah di alam jangan disia-siakan,” pesannya. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved