Blora on News :
Home » , » SPMI Blora Galang Dukungan Pengesahan RUU Pencegahan Kekerasan Seksual

SPMI Blora Galang Dukungan Pengesahan RUU Pencegahan Kekerasan Seksual

infoblora.com on May 15, 2016 | 10:30 AM

Bupati, Wakil Bupati dan rombongan Ilusa 75 foto bersama usai mendukung gerakan tolak kekerasan seksual pada anak-anak dan perempuan. (foto: ag-infoblora)
BLORA. Maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak dan perempuan membuat banyak kalangan prihatin dan mendesak agar pemerintah bisa segera mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) Pencegahan Kekerasan Seksual (PKS). Tidak hanya terjadi di kota-kota besar, di Blora pun digelar aksi damai penggalangan dukungan untuk mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU PKS.

Seperti yang dilakukan Lembaga Sahabat Perempuan Meurah Intan (SPMI) Blora pada Minggu pagi (15/5) saat Car Free Day (CFD) di Alun-alun. Beberapa perempuan dan para pemuda SPMI Blora melakukan aksi penggalangan tanda tangan dari warga masyarakat yang sedang berolahraga pagi sebagai bentuk dukungan pengesahan RUU PKS.

Anny Aisyah selaku koordinator aksi sekaligus direktur SPMI Blora menyatakan bahwa diadakannya kegiatan penggalangan dukungan masyarakat berupa tanda tangan di kertas putih besar sebagai wujud memerangi kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan.

Bupati Djoko Nugroho bubuhkan tanda tangan
sebagai bentuk dukunganagar RUU PKS segera
disahkan. (foto: ag-infoblora)
“Kami kumpulkan tanda tangan masyarakat sebanyk-banyaknya dan nanti hasilnya akan dikirimkan secara online kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Daerah-daerah lain juga akan melakukan hal yang sama, dengan harapan kelak KPAI bisa segera mendesak DPR RI agar RUU PKS bisa secepatnya disahkan demi perlindungan anak cucu kita,” ujarnya.

Kasus pemerkosaan yang dialami gadis SMP bernama Yuyun oleh belasan pemuda di Bengkulu belum lama ini menurutnya menjadi cambuk bagi turunnya moral generasi muda bangsa. “Jangan sampai ada Yuyun lain yang bermunculan dengan kasus sadis seperti itu. Pemerintah harus responsif untuk melindungi generasi muda dan memberikan sanksi tegas bagi pelaku kekerasan seksual,” lanjutnya.

Ia menyatakan bahwa kasus kekerasan seksual di Indonesia itu ibarat gunung es, pasalnya yang terungkap dan masuk pemberitaan itu hanya sebagian kecil dari seluruh kasus. Banyak korban kekerasan seksual yang malu dan enggan melapor ke pihak berwajib, sehingga sulit mendata jumlah kasus kekerasan seksual yang sebenarnya.

Hadir dalam penggalangan dukungan untuk mendesak pengesahan RUU PKS, Bupati H.Djoko Nugroho, Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si, rombongan ILUSA 75, serta ratusan masyarakat umum yang bersedia membubuhkan tanda tangannya sebagai bentuk perlawanan kejahatan seksual. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved