Blora on News :
Home » , , » Pabrik Gula GMM Kekurangan Stok Tebu, Petani Kesulitan Modal

Pabrik Gula GMM Kekurangan Stok Tebu, Petani Kesulitan Modal

infoblora.com on May 16, 2016 | 9:00 AM

Dialog antara Staf Khusus Wapres dan Wabup bersama pimpinan GMM
dan petani tebu di ruang pertemuan Pabrik Gula. (foto: rs-infoblora)
BLORA. Kedatangan Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Ekonomi dan Keuangan, Wijayanto Samirin MPP, Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si beserta rombongan SKPD Kabupaten Blora ke Pabrik Gula (PG) Gendhis Multi Manis (GMM) pada hari Minggu sore (15/5) dijadikan ajang curhat oleh pimpinan PG dan para petani tebu.

Pimpinan PT.GMM yang diwakili oleh Factory Manager Andreas galih, Manager Teknik Slamet dan Manager Tanaman Wahyuningsih, menyatakan bahwa saat ini pabrik gula sedang off karena belum ada tebu yang bisa digiling.

Mereka menyampaikan kendala yang sedang dihadapi PT.GMM yakni terbatasnya bahan baku tebu dari petani. “Saat ini memang belum musim giling karena belum ada tebu yang masuk. Kami rencanakan giling tebu 1 Juni mendatang,” kata Wahyuningsih, manager tanaman PT.GMM.

Andreas Galih, manager factory mengatakan bahwa PT.GMM merupakan pabrik gula berbasis tebu. Kelangsungan produksi giling di pabrik sangat bergantung pada produksi tebu petani. Pabrik tidak memiliki lahan tebu sendiri untuk menopang produksi gula. Atas dasar itu seringkali produksi terhenti ketika pasokan tebu dari petani tidak ada seperti saat ini.

“Kami terkendala stok tebu, karena musim panen tebu tidak setiap bulan ada. Sedangkan jika terlalu lama nganggur, mesin pabrik bisa mangkrak sehingga pemeliharaan meningkat. Kami berharap ada perluasan lahan tebu agar produksi giling bisa terus berjalan,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Pabrik GMM setiap harinya memiliki kapasitas giling 4000 ton tebu setiap hari. Sedangkan hasil tebu para petani belum bisa mencukupi kebutuhan giling sepanjang tahun.

Sementara itu untuk perluasan lahan tebu guna memenuhi kebutuhan PT.GMM, para petani terbentur pada permodalan. Tiga perwakilan petani tebu yakni, Mulyono, Suhadi dan Yatman mengeluh tentang sulitnya memperoleh pinjaman kredit untuk modal perluasan lahan tebu.

“Pinjaman modal sulit kami peroleh, mekanismenya bertele-tele. Sedangkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus memakai agunan. Kami keberatan,” ucap Mulyono.

Pihaknya mengatakan bahwa petani tebu di Blora kebanyakan adalah pelaku baru yang modalnya minim. Tidak seperti para petani tebu di Pati, Kudus dan sekitarnya yang sudah puluhan tahun menanam tebu dengan modal kuat. Ia meminta agar pemerintah bisa memberikan solusi bantuan permodalan yang ringan.

Mendengar keluhan dari PT.GMM dan petani tebu, Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Wijayanto Samirin MPP bersama Wabup H.Arief Rohman M.Si langsung memberikan tanggapan.

“Ini memang persoalan bersama. Pemerintah memang membatasi impor raw sugar untuk pabrik gula agar tebu petani lokal bisa terserap. Tapi keadaan di lapangan saat ini pabrik kekurangan tebu, akibatnya produksi macet. Kita harus usahakan ekstensifikasi lahan tebu dan membantu permodalan untuk petani,” ucapnya.

Menurutnya KUR untuk petani tidak memakai agunan, jika petani mengatakan KUR harus pakai agunan maka ini ia pastikan ada yang salah. Ketidakberesan ini akan ia sampaikan ke Wakil Presiden agar bisa segera diselesaikan. Ia juga berharap agar lahan hutan milik Perhutani bisa dikerjasamakan dengan petani tebu. Sela-sela tegakan jati bisa ditanami tebu.

“Di Bank Jateng juga sedang ada kucuran bantuan Mitra 25 tanpa agunan. Petani silahkan memanfaatkan program ini. Silahkan cari informasi ke Bank Jateng,” kata Wabup H.Arief Rohman.


Untuk diketahui, saat ini rendeman Pabrik Gula PT.GMM paling tinggi jika dibandingkan dengan pabrik-pabrik lainnya di Jawa Tengah. Data menunjukkan rendeman PT.GMM mencapai 8,3 untuk para petani tebu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Dintanbunakikan) Blora Reni Miharti, Kepala Bappeda Samgautama Karnajaya, Asisten II Bondan Sukarno, Kabag Humas Protokol Setda Blora Irfan Agustian Iswandaru, Sekjen ILUSA Dandung Sri Harninto, dan Arsitek Pemenang Andai Aku Walikota Bandung Heru Candra Dewanto. (rs-infoblora)
Share this article :

1 komentar:

ani samin said...

rendemen 8 NGAPUSIIIIIII pembohongan besarrr

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved