Blora on News :
Home » , » Operasional City Gas di Blora Selatan Masih Terkendala SDV dan H2S Monitor

Operasional City Gas di Blora Selatan Masih Terkendala SDV dan H2S Monitor

infoblora.com on May 18, 2016 | 8:30 AM

Field Manager CPP PPGJ Blok Gundih Agus Amperianto (kiri) menjelaskan sebab belum mengalirnya jaringan gas rumah tangga kepada Staf Khusus Wapres dan Wakil Bupati Blora. (foto: rs-infoblora)
BLORA. Molornya kembali proses penyaluran gas untuk jaringan rumah tangga (city gas) dari Central Processing Plant (CPP) Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Blok Gundih di Desa Sumber Kecamatan Kradenan Blora ke pemukiman penduduk ternyata disebabkan belum tersedianya alat pengaman berupa Shutdown Valve (SDV) dan H2S monitor.

Hal itu disampaikan Field Manager CPP PPGJ Blok Gundih, Agus Amperianto kepada rombongan Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si dan Staf Khusus Wapres Wijayanto Samirin MPP berserta rombongan SKPD saat berkunjung, Senin (16/5) lalu.

“Selama ini anggapan masyarakat yang menghambat penyaluran gas itu CPP PPGJ. Padahal sebenarnya kami sudah siap untuk menyalurkan. Namun sayangnya PT.Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai operator jaringan gas rumah tangga belum memasang alat pengaman jika terjadi kebocoran berupa SDV dan H2S monitor di jaringan pipa pada pemukiman penduduk,” ungkap Agus.

Central Processing Plant (CPP) PPGJ Blok Gundih di Desa Sumber Kec.Kradenan
Blora. (foto: rs-infoblora)
Ia takut jika nanti ada kebocoran gas, masyarakat yang akan menjadi korban. “Lebih baik SDV dan H2S monitornya dipasang lebih dahulu. Kalau masalah menyalurkan gas itu mudah. Kami tetap mengutamakan keselamatan masyarakat terlebih dahulu,” lanjutnya.

Sementara itu Kepala Dinas Eenergi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Blora, Setyo Edy mengatakan bahwa minggu lalu Bupati telah menggelar rapat percepatan penyaluran jaringan gas rumah tangga di Setda Blora. Dalam rapat tersebut, semua pihak mulai Pertamina EP, Ditjen Migas, PT.PGN dan PT.SPP sepakat untuk mempercepat operasional jaringan gas di Blora.

“Pak Bupati akan mengirim surat resmi ke Dirjen Migas Kementerian ESDM agar bisa mengeluarkan keputusan percepatan jaringan gas yang ditembuskan ke SKK Migas, PT.PGN dan Pertamina EP. Jika Dirjen setuju, maka PT.PGN selaku operator akan segera melaksanakan,” jelas Setyo Edy.

Mendengar penjelasan Field Manager CPP PPGJ Blok Gundih Agus Amperianto dan Kepala Dinas ESDM Blora Setyo Edy, Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si langsung memerintahkan agar surat Bupati bisa dititipkan ke Staf Khusus Wapres Wijayanto Samirin agar bisa sgera disampaikan ke Dirjen Migas.

“Tolong Pak Setyo Edy, surat dari Pak Bupati dititipkan saja ke Pak Wijayanto Samirin. Beliau ini sangat dekat dengan Dirjen Migas dan Menteri ESDM. Sehingga prosesnya akan lebih cepat. Jangan sampai city gas ini terus-terusan molor,” ucap Arief Rohman.

Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan, Wijayanto Samirin pun langsung menyatakan kesediaannya untuk membantu Blora. “Kalau memang pemecahan permasalahannya harus lewat Dirjen Migas, biar nanti saya yang sampaikan. Tolong surat Bupati disiapkan, dan pointer-pointer masalahnya berikan kepada saya agar bisa disampaikan ke Pusat langsung,” kata Wijayanto.

Malam harinya di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kepala Dinas ESDM Setyo Edy langsung menyerahkan surat dari Bupati kepada Staf Khusus Wapres Wijayanto Samirin. Ia berharap permasalahan city gas bisa segera teratasi.

Sekedar mengingatkan, jaringan pipa gas untuk rumah tangga di wilayah Sumber dan sekitarnya sudah mulai terpasang sejak tahun 2013. Namun mangkrak karena hingga saat ini belum digunakan. Awal 2016 lalu pemerintah menunjuk PT.PGN sebagai operator program city gas tersebut. PT.PGN pun melakukan pemeriksaan jaringan pipa gas yang telah terpasang dan menargetkan Februari 2016 bisa beroperasi, tetapi lagi-lagi molor hingga Mei ini belum mengalir. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved