Blora on News :
Home » , » Lomba Sapi Dorong Blora Jadi Pusat Ternak dan Swasembada Daging

Lomba Sapi Dorong Blora Jadi Pusat Ternak dan Swasembada Daging

infoblora.com on May 24, 2016 | 3:00 AM

Sang juara lomba sapi PO di Lapangan Desa Gedongsari Kecamatan Banjarejo foto bersama Bupati Blora. (foto: af-infoblora)
BLORA. Bupati Blora H.Djoko Nugroho bertekad menjadikan Kabupaten Blora menjadi daerah yang unggul dan mampu bersaing ditingkat regional dan nasional, terutama di sektor peternakan yakni ternak sapi potong. Diketahui bersama Blora merupakan populasi ternak terbesar se Jawa Tengah dengan populasi saat ini 214.000 ekor sapi.

Untuk mendorong upaya tersebut, Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Dintanbunakikan) Blora pada Senin (23/5) kemarin menyelenggarakan lomba ternak sapi potong bibit jantan dan betina peranakan ongole (PO) hasil inseminasi buatan (IB) yang digelar di lapangan Desa Gedongsari Kecamatan Banjarejo.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Blora H.Djoko Nugroho didampingi Kepala Dintanbunnakikan Blora Ir. Reni Miharti M.Agr.Bus, Kabid Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Ir. Haryanta Nugraha serta Forkopimcam Kecamatan Banjarejo.

Dilokasi lomba sapi, Bupati mendorong adanya peningkatan daya saing produksi sehingga diharapkan dapat menghasilkan ternak yang lebih berkwalitas serta dapat menyediakan stok bibit pengganti induk-induk yang sudah tua atau tidak produktif secara swadaya.

“Blora ini dikenal gudangnya sapi, tetapi kenapa kalah dengan daerah lain dalam hal memasok daging sapi. Harus ada perbaikan pengelolaan baik dari kualitas pembibitan dan manajemen penggemukan. Lewat lomba ini semoga para peternak bisa saling bertukar ilmu, yang menang jangan sombong tetapi ditularkan ilmunya kepada peternak lainnya,” ujar Bupati.

Tak hanya itu, Pak Kokok juga berharap para peternak pembibit sapi PO bisa terus berkelanjutan mengembangbiakan anakan sapi sehingga menghasilkan bibit ternak yang unggul dan produktif serta sapi potong yang aman, sehat dan halal.

Ditempat yang sama Kepala Dintanbunakikan Reni Miharti mengajak para petugas lapangan agar bisa membantu para peternak untuk menghasilkan sapi dengan kualitas unggul. “Petugas lapangan harus terus mendampingi peternak untuk bersama-sama menghasilkan sapi yang sehat dan gemuk. Kalau bisa bukan hanya gemuk dan sehat, tetapi juga banyak jumlahnya dan berkualitas,”ucapnya.

Sementara itu Kabid Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah Ir. Haryanta Nugraha menyatakan bahwa saat ini sektor peternakan Blora belum bisa mewakili tingkat Nasional, sebab secara kwantitas unggul tetapi secara kwalitas masih kalah dengan wilayah lain di Jawa Tengah.

“Blora belum bisa mewakili Jawa Tengah ke tingkat pusat, baik dari sapi domba maupun dokter hewannya. Untuk itu kedepan Pemprov Jateng akan mendukung pengembangan peternakan di Blora,” ujarnya.

Diinformasikan juga oleh Haryanta Nugraha bahwa Blora ditunjuk oleh Menteri Pertanian sebagai salah satu daerah pengembangan Sentra Peternakan Rakyat (SPR) untuk mensuplai daerah lain. Sehingga pemerintah terus didorong untuk melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap peternak mulai pembibitan, penggemukan hingga pemasarannya.

Pemkab sendiri juga akan mengupayakan adanya rumah pemotongan hewan (RPH) yang mumpuni. Pasalnya hingga saat ini Blora belum mempunyai RPH yang memadai, padahal dikenal sebagai pusat sapi di Jawa Tengah.

Adapun untuk lomba sapi kemarin yang dilombakan ada 3 kategori, yakni bibit PO betina, bibit PO jantan, sapi terbesar, serta hasil inseminator teladan. Hasil lomba untuk kategori PO betina Juara 1 sapi milik Priyo dari Kecamatan Kunduran, Juara 2 sapi milik Jadi dari Kecamatan Kradenan dan Juara 3 sapi milik Radiyo dari Kecamatan Randublatung.

Untuk kategori PO jantan, juaranya sapi milik Kasno dari Kecamatan Todanan, juara 2 sapi milik Eko dari Kecamatan Japah, juara 3 sapi milik Nganto dari Kecamatan Kradenan. Sedangkan kategori Eksotik juara 1 nya sampi milik Sukarjo Kecamatan Kunduran dengan berat 796 kg (unggul dari segi perawakan dan potensi produktif), juara 2 sapi milik Mulyono dari Kecamatan Banjarejo dengan berat 796 kg dan juara 3 sapi milik Karmadi Kecamatan Blora dengan bobot 747 kg.

Kategori terakhir hasil inseminator teladan dimenangkan oleh sapi milik Mulyanto dari Kecamatan Kunduran, juara 2 sapi milik Cipto dari Kecamatan Banjarejo dan juara 3 sapi milik Tarji Kecamatan Jati. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved