Blora on News :
Home » , » Jelajahi Jalur Randublatung-Getas-Kradenan, Blora Selatan Memprihatinkan

Jelajahi Jalur Randublatung-Getas-Kradenan, Blora Selatan Memprihatinkan

infoblora.com on May 17, 2016 | 2:00 AM

Rombongan Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si bersama Staf Khusus Wapres dan SKPD saat menerobos rusaknya jalan penghubung desa hutan di wilayah Randublatung-Getas-Kradenan. (foto: ag-infoblora)
BLORA. Tekad Bupati H.Djoko Nugroho dan Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si untuk memprioritaskan pembangunan di wilayah Blora Selatan mulai dilakukan. Senin (16/5) kemarin Wakil Bupati sengaja mengajak Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan, Wijayanto Samirin MPP serta jajaran SKPD melakukan perjalanan jelajah akses desa hutan di Kecamatan Randublatung hingga Kradenan agar mengetahui kondisi kerusakan jalan.

Rombongan yang berangkat dari Blora pukul 09.00 WIB tersebut langsung menuju arah Randublatung tembus Desa Getas Kecamatan Kradenan dengan melalui akses jalan hutan yang keadaannya rusak parah. Beberapa kali mobil yang digunakan harus berjalan pelan karena harus melintasi jalan berbatu terjal dan berlumpur di tengah hamparan hutan jati.

“Inilah Blora Selatan yang sangat memprihatinkan, infrastruktur jalan yang rusak sangat menghambat arus ekonomi warga. Kami ingin fokus membangun akses warga desa hutan ini agar perekonomian di Blora Selatan bisa berkembang,” ucap Arief Rohman.

Staf Khusus Wapres (baju putih) sedang memotret KB/PAUD Cahaya Insani II
didampingi Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si. (foto: ag-infoblora)
Bahkan saat melintasi Dukuh Ngandong Desa Nglebak Kecamatan Kradenan, rombongan memutuskan berhenti untuk meninjau satu bangunan sekolah KB/PAUD Cahaya Insani II yang keadaannya memprihatinkan. Didirikan di tengah ladang dengan dinding kayu seadanya dan atapnya tidak sepenuhnya tertutup.

“Akibat akses jalan yang buruk ,pemerataan pendidikan akhirnya terkena imbas. Buktinya gedung sekolah KB/PAUD ini,” ujar Wabup Arief Rohman.

Staf Khusus Wapres Wijayanto pun langsung turun dari mobil untuk mendokumentasikan bangunan KB/PAUD. Ia langsung memanjat pondasi bagian belakang untuk memotret kondisi dalam ruangan. “Ini di Blora lho, ternyata masih ada potret pendidikan anak bangsa yang sangat sederhana. Semoga nanti bisa mendapatkan bantuan dari Kemendikbud. Kebetulan saya dekat dengn menterinya,” kata Wijayanto.

Ia mendukung agar Pemkab Blora mengutamakan pembangunan akses jalan di Blora Selatan. Tidak hanya untuk memperlancar akses ekonomi saja, jalan yang baik juga bisa memperlancar akses pendidikan dan kesehatan.

Bupati H.Djoko Nugroho saat menerima Staf Khusus Wapres Wijayanto Samirin juga memaparkan bahwa Blora Selatan butuh perbaikan jalan yang sangat mendesak. Ia meminta tolong agar Wijayanto Samirin bisa menyampaikan masalah Blora ini ke Wakil Presiden agar bisa merubah kebijakan Perhutani. Pasalnya jalan-jalan yang rusak tersebut merupakan jalan Perhutani.

Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si menunjukkan arah jalan menuju Tlogotuwung saat meninjau kondisi desa hutan di Getas Kradenan. (foto: ag-infoblora)
“Kenapa kabupaten/kota yang punya hutan perekonomiannya tertinggal jika dibandingkan wilayah lain yang tidak punya hutan? Itu karena kepala daerah di wilayah yang tidak punya hutan bebas membangun jalan sehingga akses ekonomi mudah. Sedangkan kita yang 49 persen wilayahnya berupa hutan jati tidak diperbolehkan membangun jalan di tengah hutan karena jalan tersebut milik Perhutani. Lalu sampai kapan warga saya yang tinggal di tengah hutan bisa sejahtera?,” jelas Bupati.

“Kalau memang Perhutani tidak mau membangun, saya akan membangunnya. Tolong dibantu ijin pinjam pakai untuk memperbaiki jalan. Selama ini Perhutani ketakutan jika jalan tengah hutan bagus, maka kayu jatinya akan dicuri. Anggapan ini salah, mereka mencuri kayu justru karena akses ekonomi sulit sehingga akhirnya terpaksa mencuri kayu. Jika jalan bagus, otomatis akses ekonomi terbuka dan kesejahteraan masyarakat meningkat dan tidak ada yang mencuri kayu lagi,” papar Djoko Nugroho yang hampir setiap minggu blusukan ke desa-desa hutan menggunakan motor trail.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Blora, Bondan Sukarno menyatakan pihaknya telah menyusun rencana pembangunan jalan di wilayah hutan Blora Selatan. Meliputi Randublatung-Getas, Kradenan-Nglebak-Megeri, Nglebak-Getas-Tlogotuwung, Jati-Bangkleyan dll. Pemkab butuh dukungan Perhutani agar bisa memperbaiki ruas jalur hutan tersebut demi pertumbuhan ekonomi warga.

Untuk diketahui di Kabupaten Blora ada 83 desa dengan total penduduk mencapai 211 ribu jiwa yang letaknya di tengah-tengah hutan. Selama ini mereka hidup dalam keterbatasan akses ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Akibatnya tingkat kemiskinan di desa-desa hutan ini sangat tinggi.

Mendengar paparan Bupati, Staf Khusus Wapres Wijayanto Samirin bersedia membantu Blora. Ia akan menyampaikan semua permasalahan Blora ke Wakil Presiden dan menteri-menteri terkait agar bisa diprioritaskan mendapatkan bantuan pembangunan. (rs-infoblora)
Share this article :

2 komentar:

UD.SADEWO JAGAT said...

setuju banget pak. tolong nanti jika pembangun akses jalan randublatung getas selesai, mohon pak wijayantp samirin, di lanjutkan survey Getas - banjarjo ngawi. itu jalan akan lebih parah. perlu pemerataan insfratruktur jalan. kemungkinan besar jika jln randublatung sampai banjarno ngawi. akan menambah lapangan kerja utk jasa angkutan. mohon di sampaikan kepada dinas terkait. terimaksih.

UD.SADEWO JAGAT said...

setuju banget pak. tolong nanti jika pembangun akses jalan randublatung getas selesai, mohon pak wijayantp samirin, di lanjutkan survey Getas - banjarjo ngawi. itu jalan akan lebih parah. perlu pemerataan insfratruktur jalan. kemungkinan besar jika jln randublatung sampai banjarno ngawi. akan menambah lapangan kerja utk jasa angkutan. mohon di sampaikan kepada dinas terkait. terimaksih.

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved