Blora on News :
Home » , , » Ini Tanggapan Bupati Saat Didemo Pedagang Pasar Blora di Hari Ulang Tahunnya

Ini Tanggapan Bupati Saat Didemo Pedagang Pasar Blora di Hari Ulang Tahunnya

infoblora.com on May 26, 2016 | 1:00 AM

Bupati H.Djoko Nugroho di atas kendaraan massa pendemo memberikan penjelasan terkait rencana pemindahan pasar di kawasan Gabus. (foto: rs-infoblora)
BLORA. Tiga ratusan pedagang Pasar Induk Blora yang menolak pemindahan pasar dengan menggelar aksi demo pada Rabu pagi (25/5) tepat di hari ulang tahun Bupati H.Djoko Nugroho ke 53 mendapatkan respon langsung. Pak Kokok (sapaan akrab Bupati) setelah mengajak 20 perwakilan pedagang berdialog di dalam ruang rapat Setda kemudian keluar menemui ratusan massa yang berorasi di depan Kantor Bupati.

“Alhamdulillah hari ini tepat di hari ulang tahun ke 53, saya diberikan kado terindah dari para pedagang berupa demo. Saya harap ini sebagai pertemuan awal kita bersama dalam  membahas rencana penataan pasar,” ujar Bupati sambil berorasi di atas kendaraan massa pendemo, kemarin.

“Dalam pertemuan pertama ini saya menangkap semua saran dan masukan dari pedagang terkait rencana pemindahan pasar. Banyak usulan bagus yang disampaikan warga, ini akan kami jadikan bahan pertimbangan kedepannya. Nanti akan saya undang semua pedagang dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk menghadiri sosialisasi tahap kedua di pendopo setelah maket pembangunan pasar selesai dibuat,” lanjut Bupati.

Menurut Bupati, Pemkab sepakat dengan saran para pedagang yang ingin tetap melestarikan keberadaan bangunan bersejarah. Bupati bahkan setuju agar 5 bangunan cikal bakal Kota Blora yakni Kanjengan (Pendopo), Alun-alun, Masjid Agung, Pasar dan Makam Sunan Pojok tetap dipertahankan.

“Tidak hanya menata pasar, saya juga akan membangun dan memperluas Masjid Agung Baitunnur Blora. Komplek Makam Sunan Pojok juga akan diperluas, diberi joglo besar untuk wisata ziarah. Pertokoan di timur makam akan dibongkar dan dipindah di Blok S (depan Polres),” jelasnya.

Namun melihat pertumbuhan kota yang semakin semrawut, Bupati merasa perlu ada penataan pasar agar bisa lebih rapi dan nyaman. Apalagi diketahui bersama banyak pedagang yang berjualan di bahu jalan dan lahan bekas rel kereta milik PT.KAI. Ia pun meminta pedagang tidak gegabah dan tidak perlu resah terkait pemindahan pasar, karena pembangunan pasar di Gabus baru akan dilakukan tahun 2017.

Ia pun kembali menegaskan bahwa saat ini belum bisa menyetujui atau menolak permintaan para pedagang. Pihaknya akan melakukan pembahasan lagi tentang rencana penataan pasar atau pembangunan pasar di Gabus.

Seperti diketahui bersama, beberapa kali Bupati menerangkan bahwa pemindahan pasar ke Gabus Kelurahan Mlangsen akan ditempatkan di lahan seluas 3 hektare dengan parkir yang luas sehingga tidak mengganggu kelancaran arus lalu-lintas di jalan raya. Pemkab pun merencanakan dana pembangunan hingga Rp 30 miliar untuk pasar baru di Gabus tersebut yang nantinya terintegrasi dengan sub terminal.

“Pasar di Gabus nanti akan digratiskan di 6 bulan pertama. Pedagang bisa memanfaatkan ini sebagai tenggang waktu penyesuaian diri. Semuanya lantai 1 dengan 4 blok sesuai jenis dagangan. Karena kita tahu sendiri di pasar Induk Blora saat ini lantai 2 sangat sepi pembeli, sehingga pasar baru nanti saya buat 1 lantai saja yang luas,” papar Bupati.

Untuk mendukung kelancaran akses ke pasar baru di Gabus, Pemkab saat ini mulai membangun jembatan tembus Kedungjenar-Beran di selatan SMPN 2 Blora. “Jembatan itu nanti akan menghubungkan ke pasar yang ada di Gabus, akan kami bangun jalan lurus ke selatan lewat persawahan melingkar sampai depan SPBU. Kita juga akn beli angkutan umum untuk melayani warga yang hendak ke pasar,” bebernya.

Bupati di depan para pedagang pun berjanji, bahkan kalau memang perlu dibuatkan surat pernyataan bahwa lokasi pasar lama tidak akan dijadikan mall. “Kalau ada yang bilang pasar lama akan dijadikan mall, itu tidak benar. Saya berani jamin, kalau perlu akan saya teken surat pernyataan,” tegasnya.

Dirinya menginginkan agar Pasar Induk Blora yang lama dijadikan pusat ekonomi yang berbasis dagangan kering. “Usulan dari pedagang agar Pemkab tetap membangun pasar baru di Gabus untuk menertibkan pedagang pasar tumpah dan pasar rel, sementara itu Pasar Induk Blora cukup direnovasi, akan kami jadikan bahan pertimbangan. Dengan kata lain di Blora akan ada 2 pasar besar,” kata Bupati.

(berita sebelumnya, klik : Tolak Pemindahan Pasar, Ini Saran Pedagang Untuk Bupati)

Usai memberikan penjelasan di hadapan ratusan massa, Bupati pun mempersilahkan pedagang untuk membubarkan diri dan kembali berdagang. Tidak langsung bubar, para pedagang justru memberikan ucapan selamat ulang tahun ke 53 ke Bupati H.Djoko Nugroho dengan menyanyikan lagu panjang umur rame-rame di tengah jalan. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved