Blora on News :
Home » , » Dipadati Ribuan Warga, Manganan Janjang Jadi Andalan Wisata Budaya Blora

Dipadati Ribuan Warga, Manganan Janjang Jadi Andalan Wisata Budaya Blora

infoblora.com on May 14, 2016 | 1:00 AM

Ribuan warga dari berbagai daerah memadati kawasan Bukit Janjang dalam event Manganan Janjang kemarin. (foto: rs-infoblora)
BLORA. Tradisi sedekah bumi “Manganan Janjang” di Desa Janjang Kecamatan Jiken yang puncaknya digelar pada hari Jumat (13/5) kemarin kembali menyedot ribuan warga untuk bersama-sama menyaksikan acara tahunan di Bukit Janjang. Tidak hanya warga Desa Janjang, pengunjung juga berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, bahkan Jawa Timur seperti Tuban, Bojonegoro dan sekitarnya.

Bisa dikatakan event sedekah bumi “Manganan Janjang” ini tidak lagi menjadi acaranya Desa Janjang, namun acaranya Kabupaten Blora. Jika dikelola dengan baik, event ini menjadi salah satu potensi andalan wisata budaya di kabupaten ujung timur Jawa Tengah ini.

Makan nasi urap dengan daun jati jadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung
Manganan Janjang. (foto: rs-infoblora)
“Selama ini setiap tahun, kepanitiaan event tersebut hanya diampu oleh pihak desa sehingga pengelolaannya kurang maksimal. Padahal jika dikelola dengan benar, akan berdampak positif pada perkembangan dunia pariwisata di Kabupaten Blora. Saya harap Pemkab bisa lebih serius menyikapi potensi-potensi wisata budaya seperti ini,” ungkap Indra salah satu pengunjung Manganan Janjang asal Kecamatan Jepon.

Sementara itu Ngasi, Kepala Desa Janjang menyatakan bahwa tradisi sedekah bumi “Manganan Janjang” memang merupakan acara tahunan yang digelar di desanya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan rejeki selama 1 tahun ke belakang dan berdoa agar setahun kedepan bisa memperoleh rejeki yang lebih baik.

“Ini acara tahunan sebagai wujud syukur kepada Allah SWT. Acara digelar mulai Rabu malam (12/5) lalu dengan pengajian akbar Haul Eyang Jatisuwara-Jatikusuma, tokoh penyebar agama Islam di wilayah Janjang dan sekitarnya. Dilanjutkan Kamis malam dengan pementasan kesenian wayang krucil dan puncaknya Jumat pagi kemarin dengan kenduri massal sekaligus wayangan lagi,” jelas Ngasi.

Ia membenarkan jika pengunjung cara tersebut tidak hanya dari Desa Janjang dan sekitarnya. Banyak warga dari Bojonegoro, Tuban, Jatirogo, Rembang, Kudus hingga Demak yang datang untuk bersama-sama menyaksikan dan meramaikan Manganan Janjang.

Pementasan wayang krucil tetap menjadi hiburan rakyat yang ditunggu tunggu setiap event Manganan Janjang. (foto: rs-infoblora)
Yang paling menarik pengunjung selain pementasan wayang krucil peninggalan Eyang Jatisuwara-Jatikusuma, adalah tradisi makan nasi urap bersama menggunakan alas daun jati. Semua pengunjung secara gratis bisa ikut makan nasi urap hanya dengan mengantri menggunakan daun jati yang sudah disediakan panitia.

“Setiap tahun seperti ini mas, ini sudah kelima kalinya saya ikut acara Manganan Janjang. Makan nasi urap rame-rame dengan alas daun jati menjadi keasyikan tersendiri bagi saya,” ujar Sutiah, salah satu pengunjung asal Kedewan Bojonegoro.

Tidak hanya itu, pesona keindahan alam dari puncak Bukit Janjang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Mereka memilih menikmati hidangan di atas bukit sambil memandang luas hamparan hutan jati yang hijau. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved