Blora on News :
Home » , » Demo di Alun-alun Blora, Ratusan Buruh Migas Tuntut Penghapusan Sistem Kontrak

Demo di Alun-alun Blora, Ratusan Buruh Migas Tuntut Penghapusan Sistem Kontrak

infoblora.com on May 2, 2016 | 2:00 AM

Ratusan buruh pekerja migas berorasi di Alun-alun Blora saat May Day kemarin. (foto: ag-ib) 
BLORA. Ternyata tidak hanya di kota-kota besar yang riuh dengan aksi demonstrasi dalam rangka Hari Buruh Internasional atau May day yang jatuh setiap tanggal 1 Mei kemarin. Di Blora juga aksi serupa yang digelar oleh ratusan buruh pekerja pertambangan minyak dan gas (migas) dibawah naungan Pertamina EP Cepu.

Minggu siang (1/5) kemarin, dengan cuaca hujan rintik-rintik ada ratusan buruh berkonvoi menggunakan sepeda motor dari Tuk Buntung Cepu menuju Alun-alun Kota Blora untuk melakukan demonstrasi menuntut penghapusan sistem kontrak dan pemenuhan hak-hak buruh.

Mereka yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu, Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Serikat Pekerja CPPG dan FSB Migas Cepu memakai pakaian serba merah sambil mengibarkan bendera sepanjang perjalanan dari Cepu ke Blora dengan pengawalan ketat petugas kepolisian dari Satlantas Polres Blora.

Sementara itu di Alun-alun Blora sendiri sudah disiagakan ratusan petugas keamanan baik dari Polres Blora maupun Kodim 0721 Blora untuk mengantisipasi potensi gangguan kemanan saat berlangsung aksi demonstrasi. Gerbang pendopo rumah dinas Bupati pun ditutup dengan penjagaan ketat polisi.

Setibanya di Alun-alun, rombongan buruh langsung menempatkan diri di lapangan depan Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora untuk berorasi. Dalam orasinya Koordinator Lapangan (korlap) yang juga Ketua SPKP Cepu Agung Pujo Susilo mengatakan sudah puluhan tahun anggota serikat pekerja bekerja di Pertamina EP Cepu, hingga saat ini tidak juga diangkat.

Bahkan saat ini justru terjadi ketidakpastian status pekerja karena lewat system kontrak atau outsourcing. Mereka meminta agar pemerintah bisa menyuarakan aspirasi mereka kepada para pengusaha dan mengubah kebijakan untuk menghapus sistem kontrak.

“Adanya Outsourcing tidak membuat berpihak kepada kaum buruh. Kami berada dalam posisi ketidakpastian yang sewaktu-waktu bisa diputus kontrak tanpa sebab yang jelas,” tegas Agung Pujo Susilo, Minggu (1/5).

Menurutnya, melalui hari buruh tersebut dirinya ingin agar hak-hak pekerja di penuhi dan kesejahteraan merata bagi semua pekerja. Untuk itu dirinya atas nama SPKP Cepu meminta kepada Bupati agar merespons apa yang dikeluhkan oleh para pekerja. SPKP juga meminta agar tenaga kontrak dihapus.

Hanya saja hingga aksi orasi selesai dilakukan, Bupati ataupun Wakil Bupati Blora tidak ada yangkeluar untuk menemui para demonstran. Usai berorasi, mereka lantas membubarkan diri dengan tertib. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved