Blora on News :
Home » , » Bupati Blora : Bantuan Alsintan Bukan Milik Pribadi, "Ojo Didol..!!"

Bupati Blora : Bantuan Alsintan Bukan Milik Pribadi, "Ojo Didol..!!"

infoblora.com on May 11, 2016 | 2:00 PM

Bupati Djoko Nugroho bagikan alsintan kepada 88 kelompok tani di halaman Dintanbunakikan. (foto: rs-ib)
BLORA. Bagikan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada 88 kelompok tani (Poktan) di halaman Kantor Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Dintanbunakikan) pada hari Selasa sore (10/5) kemarin, Bupati Blora H.Djoko Nugroho kembali menegaskan bahwa bantuan alsintan bukan untuk kepemilikan pribadi.

“Bantuan alsintan saya bagikan untuk kelompok tani agar bisa digunakan bergantian, bersama-sama untuk kemajuan hasil pertanian, bukan untuk dimiliki dan dikuasai secara pribadi. Ojo didol, nek konangan didol tak parani ning omahmu, tak gragali..!!” tegas Bupati Kokok (sapaan akrab Djoko Nugroho) didampingi Kepala Dintanbunakikan Blora Ir.Reni Miharti disambut tepuk tangan anggota Poktan.

Hal itu ditekankan Bupati lantaran selama ini banyak didapati laporan penyalahgunaan bantuan alsintan, entah digunakan secara pribadi perseorangan ataupun dijual dengan alasan tertentu.

Bupati diapit 88 perwakilan Poktan penerima bantuan alsintan. (foto: rs-ib)
Bupati yang juga mantan Dandim Rembang ini ingin agar hasil pertanian di Kabupaten Blora terus meningkat. Pasalnya devisa terbesar Kabupaten Blora disumbang oleh sektor pertanian sekitar 46-49 persen, lebih tinggi dari hasil migas. Sehingga bantuan alat-alat pertanian sebagai pemacu keberhasilan pertanian terus digalakkan.

Sementara itu Kepala Dintanbunakikan Kabupaten Blora Ir. Reni Miharti menjelaskan jumlah kelompok tani yang mendapat bantuan Alsintan berjumlah 88 yakni berupa Hand Tractor 65 unit, mesin power thresher 8 unit dan mesin multi power thresher 15 unit.

Ia berharap dengan bantuan tersebut kedepan hasil produktifitas pertanian di Kabupaten Blora bisa ditingkatkan. Pemkab juga terus berupaya mengadakan pembangunan embung-embung untuk pengairan sawah, mengingat kendala terbesar pertanian di Blora adalah kekeringan atau minimnya irigasi.

Sedangkan untuk memperbaiki akses transportasi pertanian, mulai tahun 2017 nanti Pemkab akan fokus memperbaiki jalan-jalan desa hutan agar lalu lintas perdagangan hasil panen bisa lebih lancar sehingga bisa memangkas biaya transport. (rs-infolora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved