Blora on News :
Home » , , » Warga Blora Berharap Tidak Hanya Lokalisasi Yang Jrong yang Dibongkar

Warga Blora Berharap Tidak Hanya Lokalisasi Yang Jrong yang Dibongkar

infoblora.com on Apr 28, 2016 | 8:30 AM

Warga secara mandiri mulai membongkari rumah-rumah semi permanen di gang Yang Jrong yang dikenal sebagai komplek lokalisasi di Kunduran, Blora. (foto: teg-ib)
BLORA. Pembongkaran kawasan Lokalisasi Yang Jrong di Desa Sambiroto Kecamatan Kunduran mendapatkan dukungan positif dari warga. Mereka setuju dengan langkah yang diambil oleh Perhutani KPH Blora untuk merubah lokalisasi menjadi kawasan terbuka hijau.

Salah satunya Sukardi (45) warga Kunduran, Blora yang menyatakan dukungannya atas himbauan pembongkaran puluhan rumah semi permanen di komplek Yang Jrong.

“Baguslah kalau memang benar dibongkar, soalnya itu banyak digunakan sebagai lokasi esek-esek. Kalau terus dibiarkan nanti bisa jadi pusat prostitusi dan efeknya tidak baik untuk lingkungan. Bongkar semua saja,” ujarnya Kamis (28/4).

Sementara itu, Suyatmi (39) warga lainnya juga mendukung pembongkaran lokalisasi Yang Jrong. Bahkan dirinya meminta tidak hanya Yang Jrong saja yang dibongkar, namun warung remang-remang lainnya juga harus dibongkar untuk menghindari perbuatan maksiat.

“Jangan hanya Yang Jrong saja yang dibongkar mas, kalau bisa warung remang-remang di kawasan Pos Ngancar itu tertibkan juga. Termasuk Kampung Baru di Jepon arah Bogorejo itu juga. Semoga Pemerintah bisa tegas, ini demi masa depan generasi muda kita,” ucap Suyatmi kepada Info Blora.

Diketahui bersama, seperti yang diberitakan sebelumnya. Kini Perhutani KPH Blora bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Kunduran sedang giat melakukan sosialisasi pembongkaran kawasan lokalisasi Yang Jrong yang menempati lahan Perhutani.

Lahan tersebut akan dijadikan taman hutan kota mini oleh Perhutani. Sejak kemarin sudah ada 5 rumah yang dibongkar oleh pemiliknya di kawasan lokalisasi Yang Jrong. Camat Kunduran turun langsung mengawal pembongkaran rumah semi permanen itu.

Berdasarkan data yang ada, setidaknya 18 rumah menempati lahan milik Perhutani dan 12 sisanya menempati tanah perpajakan. Perhutani memberikan tenggang waktu pembongkaran hingga minggu pertama Mei. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved