Blora on News :
Home » , » Tolak Pemindahan Pasar Blora, Pedagang Doa Bersama di Makam Sunan Pojok

Tolak Pemindahan Pasar Blora, Pedagang Doa Bersama di Makam Sunan Pojok

infoblora.com on Apr 2, 2016 | 2:00 AM

Para pedagang Pasar Induk Blora menolak pemindahan dengan menggelar doa bersama di Makam Sunan Pojok, Jumat (1/4) kemarin. Usai berdoa mereka kembali membentangkan spanduk penolakan. (foto: ag-ib)
BLORA. Setelah melakukan aksi tolak pemindahan Pasar Induk Blora dengan membentangkan spanduk pada Kamis (31/3) lalu, pada hari Jumat (1/4) kemarin puluhan pedagang pasar kembali melakukan aksi penolakan dengan menggelar doa bersama dan istigosah di komplek Makam Sunan Pojok yang tidak jauh dari Pasar Induk Blora.

Namun dalam aksi penolakan kali ini berjalan damai. Jumat siang kemarin usai sholat Jumat mereka berkumpul dan melakukan doa bersama dalam menyikapi kebijakan Bupati Blora H.Djoko Nugroho yang merencanakan pemindahan Pasar Induk Blora dari lokasi lama ke kawasan Gabus Kelurahan Mlangsen yang berjarak 2,5 km ke arah selatan.

“Kami berdoa kepada Allah SWT, kalau memang pemindahan pasar itu membawa mudarat (kejelekan, Red) bagi pedagang maupun masyarakat Blora, maka janganlah rencana tersebut terealisasi, kami menolaknya. Sebaliknya, jika pemindahan pasar membawa kebaikan bagi semua, maka lancarkanlah rencana tersebut,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Blora, Tarwa Saladin, Jumat (1/4) kemarin.

Para pedagang mengaku kaget ketika mendengar kabar dari media kalau Bupati H.Djoko Nugroho akan memindah Pasar Induk Blora ke kawasan Gabus yang terletak di pinggiran kota bagian selatan.

“Beberapa bulan lalu ketika masih dipimpin Penjabat Bupati Ihwan Sudrajat, kami sepakat jika pasar ini direnovasi total. Bahkan semua pedagang telah membubuhkan tanda tangan persetujuan renovasi pasar di kain putih panjang. Namun tiba-tiba setelah Bupati Kokok dilantik kok malah kebijakannya diganti dari renovasi jadi pemindahan pasar,” ungkap Prionggo salah satu pedagang pasar.

Ia menganggap lokasi pasar yang baru nanti tidak berada di tengah kota dan tidak terletak di jalur utama antar kota sehingga dikhawatirkan akan sepi pembeli.  “Kami khawatir di lokasi yang baru nanti akan sepi pembeli. Sebab, lokasi pasar yang baru kurang strategis yakni berada di pinggiran kota. Jalur lalulintas di lokasi pasar yang baru bukan jalur umum yang dilintasi kendaraan dari luar Blora,” lanjutnya.

Pihaknya lebih memilih jika Pasar Induk Blora direnovasi saja, bukan dipindah ke pinggiran dengan alasan pemerataan pembangunan. “Kalau memang alasannya untuk pemerataan pembangunan lebih baik Pasar Mbadong atau Pasar Kaliwangan itu diperbaiki. Jika Pasar Induk dipindah ke Gabus pasti akan mematikan Pasar Kaliwangan dan Pasar Mbadong yang jaraknya dekat dengan Pasar Induk. Sedangkan di tengah kota tidak ada Pasar,” ungkapnya.

Para pedagang juga mempertanyakan pemanfaatan lahan bekas pasar jika memang benar Pasar Induk Blora akan dipindah ke Gabus. “Bekas pasar lama mau dipakai apa?? Dengar-dengar akan dibangun swalayan. Kalau benar berarti Pemkab lebih mendukung pemilik modal besar daripada para pedagang kecil,” keluhnya.

Diketahui bersama, dalam beberapa kali kesempatan Bupati H.Djoko Nugroho (Kokok) menyampaikan rencana pemindahan Pasar Induk Blora ke kawasan Gabus karena menurutnya pasar lama sudah terlalu kumuh, sempit, tidak mampu menampung semua pedagang dan tidak memiliki lahan parkir luas untuk bongkar muat. Setiap pagi hari menimbulkan kemacetan karena banyak pedagang berjualan ditepi jalan.

Bupati ingin membangun Pasar Induk yang baru di kawasan Gabus yang bisa ditempuh hanya 5 menit dari lokasi lama, dengan lahan yang lebih luas sehingga tersedia area parkir dan lokasi bongkar muat yang memadai. Terintegrasi dengan pembangunan sub terminal yang nantinya semua angkutan diarahkan melalui jalur Pasar Induk Baru.

Kepala Disperindagkop UMKM Blora, Maskur memastikan bahwa diperlukan lahan sekiar 2,5 hingga 3 hektare di Gabus untuk pembangunan pasar. Lahan yang dipakai adalah tanah milik Pemkab bekas tanah bengkok Kelurahan Mlangsen.


Sesuai rencana, tahun 2016 ini baru akan dilakukan pemadatan lahan. Sedangkan pembangunannya baru akan dilakukan pada tahun 2017 mendatang. “Kami akan segera melakukan sosialisasi agar para pedagang bisa memahami kebijakan ini,” ucapnya. (ag-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved