Blora on News :
Home » , » Takut Semakin Sepi Pembeli, Pedagang Tolak Pemindahan Pasar Induk Blora

Takut Semakin Sepi Pembeli, Pedagang Tolak Pemindahan Pasar Induk Blora

infoblora.com on Apr 1, 2016 | 7:00 AM

Para pedagang membentangkan banner penokalan pemindahan Pasar Induk Blora, Kamis (31/3) kemarin. (foto: am-sm) 
BLORA. Niat Bupati Blora H.Djoko Nugroho untuk memindah Pasar Induk Blora ke kawasan Gabus Kelurahan Mlangsen nampaknya mulai mendapatkan gelombang penolakan dari para pedagang pasar yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Induk Blora pimpinan Tarwa Saladin.

Kamis (31/3) kemarin belasan pedagang mengungkapkan penolakannya agar Pasar Induk tidak dipindah ke Gabus. Bahkan Tarwa Saladin sendiri yang mengungkapkan alasan penolakan karena takut pembeli semakin sepi.

“Secara tegas kami menolak dipindah. Pasar Induk Kabupaten pada umumnya berada di tengah kota dekat dengan Alun-alun. Tapi kok ini malah akan dipindah. Terlebih saat ini saja pembeli yang masuk ke dalam Pasar Blora relatif sepi, apalagi kalau dipindah di Gabus kami kawatir pembeli semakin jarang. Mengingat Gabus bukan jalur utama angkutan umum,” ucap Tarwa Saladin.

Begitu juga dengan Prionggo, pedagang lainnya yang mempertanyakan kebijakan Bupati Djoko Nugroho yang akan memindah Pasar Induk Blora ke kawasan Gabus.

“Saya heran dengan Pak Bupati, sebelumnya kami sudah sepakat ketika Pasar akan dibangun lebih modern oleh Penjabat Bupati Ihwan Sudrajat. Namun setelah digantikan Pak Kokok kok malah berubah, Pasar akan dipindah. Kami butuh kejelasan karena pemindahan pasar ke Gabus yang berada di pinggiran kota pasti membuat jarak pembeli semakin jauh,” keluhnya.

Dirinya mengaku hingga saat ini belum ada sosialisasi dari pemerintah terkait rencana pemindahan pasar. Mereka mengetahui rencana tersebut hanya melalui pemberitaan media lokal yang ada di Blora.

Sementara itu. Secara terpisah Kepala Disperindagkop UMKM Kabupaten Blora, Maskur ketika dihubungi hanya memberikan tanggapan ringan terkait penolakan pemindahan pasar yang dilakukan para pedagang.

“Pemindahan pasar memang hal baru yang perlu penyesuaian. Pro kontra itu biasa, karena mereka belum paham betul bagaimana konsep pemindahan dan penataan pasar kedepan. Pemkab nantinya juga akan mengatur jalur angkutan umum dengan membuat sub terminal di kawasan Gabus. Nanti akan disosialisasikan, mudah-mudahan para pedagang bisa paham,” jelasnya.

Bupati H.Djoko Nugroho sebelumnya beberapa kali dalam berbagai kesempatan menyatakan bahwa pemindahan pasar ke Gabus merupakan salah satu upaya penataan kota. Karena menurutnya pasar lama sudah terlalu semrawut dengan lahan yang terbatas dan sering menimbulkan kemacetan karena banyak pedagang yang tak tertampung dan berjualan di bahu jalan.

Ia menginginkan Pasar Induk Blora ditempatkan di lahan yang lebih luas disertai kawasan parkir dan bongkar muat perdagangan yang memadai. Diatur sesuai blok jenis dagangan yang terintegrasi dengan sub terminal dan pasar burung. (tio-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved