Blora on News :
Home » , » Perangi Narkoba, 200 Anggota Polres Blora Jalani Tes Urine Secara Mendadak

Perangi Narkoba, 200 Anggota Polres Blora Jalani Tes Urine Secara Mendadak

infoblora.com on Apr 15, 2016 | 12:00 PM

Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana menunjukkan sampel urine dalam proses pemeriksaan kandungan narkoba, Jumat (15/4). (foto: resbla)
BLORA. Pada hari Jumat (15/4) sebanyak 200 anggota kepolisian di jajaran Polres Blora menjalani tes urine sebagai wujud memerangi narkoba. Pemeriksaan urine secara mendadak ini dilaksanakan untuk mengantisipasi penyebaran dan pemakaian narkoba di lembaga penegak hukum.

Tes urine yang digelar di Mapolres tersebut diikuti seluruh anggota, termasuk perwira. Bahkan, Kabag Ops Polres, Kompol Wilhelmus Sareng Kelang dan para Kepala Satuan (Kasat), juga ikut menjalani tes yang dilaksanakan Sat Narkoba yang bekerja sama dengan Dokes Polres Blora.

Kabag Ops Polres, Kompol Wilhelmus Sareng Kelang memantau langsung anggotanya yang tengah menjalani tes urine di Mapolres. Mereka satu per satu menyerahkan sempel urine untuk diperiksa dengan dijaga ketat oleh anggota Provost.

Tim Dokes DVI Polres Blora menguji sampel urine anggota kepolisian. (foto: resbla)
“Semua anggota yang ada di Mapolres mengikuti tes urine ini, termasuk para perwira, hasilnya semua negatif. Keseluruhan anggota yang diperiksa berjumlah 200 orang,” kata Kabag Ops Polres Blora, Kompol Wilhelmus Sareng Kelang.

Dian menambahkan, tes urine tersebut dilakukan secara mendadak dan tidak ada pemberitahuan sama sekali. Hal ini dimaksudkan agar anggota tidak ada yang tahu dan tes berjalan apa adanya. Selain itu kegiatan ini digelar bekerjasama dengan Dokes Polres Blora, sehingga masyarakat mengetahui bahwa polisi melakukan tes urine.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana menyebutkan tes urine ini dilakukan dalam satu tahun dua kali untuk seluruh personil Polres Blora, dan akan ditindak lanjuti ke polsek-polsek, sebagai antisipasi agar anggota tidak terjerat kasus narkoba.

Bagi Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana, tidak menutup kemungkinan ada anggota yang memakai atau terlibat jaringan barang haram ini. “Untuk pemakai mungkin akan kita rehabilitasi, sedangkan pengedar akan ditindak sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya. (resbla | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved