Blora on News :
Home » , , » Pemkab Tetapkan 16 Desa Tertinggal Jadi Prioritas Penanggulangan Kemiskinan

Pemkab Tetapkan 16 Desa Tertinggal Jadi Prioritas Penanggulangan Kemiskinan

infoblora.com on Apr 19, 2016 | 7:00 AM

Bupati Djoko Nugroho dan Wakil Bupati Arief Rohman pimpin rapat koordinasi program penanggulangan kemiskinan. (foto: ag-infoblora)
BLORA. Dalam rapat koordinasi Program Penanggulangan Kemiskinan (Pronangkis) di Gedung Bappeda Kabupaten Blora, Senin (18/4) kemarin, Bupati H.Djoko Nugroho bersama Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si dan seluruh Camat menetapkan 16 desa tertinggal yang akan dijadikan pilot project pengentasan kemiskinan di tahun 2017 mendatang.

Dari 16 Kecamatan se Kabupaten Blora, masing-masing camat mengusulkan 1 desa tertinggal yang kemiskinannya paling tinggi. Ke 16 desa yang diusulkan nantinya akan dijadikan prioritas penanggulangan kemiskinan dengan mengerahkan berbagai program di bidang infratsruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian hingga sosial budaya dari dinas terkait.

Adapun usulan 16 desa tertinggal yang akan dijadikan pilot project pengentasan kemiskinan diantaranya Desa Pelemsengir Kecamatan Todanan, Desa Bogorejo Kecamatan Japah, Desa Botoreco Kecamatan Kunduran, Desa Srigading Kecamatan Ngawen, Desa Gempolrejo Kecamatan Tunjungan, dan Desa Jepangrejo Kecamatan Blora Kota.

Sementara itu untuk Kecamatan Banjarejo adalah Desa Sidomulyo, kemudian Desa Kawengan Kecamatan Jepon, Desa Nglengkir Kecamatan Bogorejo, Desa Ketringan Kecamatan Jiken, Desa Biting Kecamatan Sambong, Desa Cabean Kecamatan Cepu, Desa Kedungtuban Kecamatan Kedungtuban, Desa Nglebak Kecamatan Kradenan, Desa Bodeh Kecamatan Randublatung dan terakhir Desa Gempol Kecamatan Jati.

“Saya minta semua kepala dinas dan SKPD mendata apa saja permasalahan yang ada di 16 desa tersebut. Susun program-program pembangunan yang bisa mengembangkan ekonomi masyarakat. Akan kita libatkan juga peran serta BUMN, BUMD dan perguruan tinggi,” tegas Bupati.

Ia juga menyarankan agar semua program pembangunan atau kegiatan fisik di desa yang telah dijadikan pilot project dijalankan dengan padat karya, melibatkan masyarakat setempat sehingga bisa membantu ekonomi desa.


Hadir dalam acara tersebut Kepala Bappeda Blora Samgautama Karnajaya, Asisten Bupati, Camat se Kabupaten Blora, Kepala Desa dari 16 desa pilot project, serta seluruh kepala SKPD/dinas instansi. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved