Blora on News :
Home » , , » Pembongkaran Lokalisasi Yang Jrong Kunduran Diberi Waktu Hingga 7 Mei

Pembongkaran Lokalisasi Yang Jrong Kunduran Diberi Waktu Hingga 7 Mei

infoblora.com on Apr 28, 2016 | 2:00 AM

Camat Riyanto Warsito mengawasi proses pembongkaran rumah warga di lokalisasi Yang Jrong Desa Sambiroto Kecamatan Kunduran. (foto: teg-ib)
BLORA. Pada hari Rabu (27/4) kemarin warga pemilik rumah semi permanen yang berada di lokalisasi Yang Jrong Desa Sambiroto Kecamatan Kunduran, Blora mulai melakukan pembongkaran. Hal tersebut mereka lakukan lantaran lahan yang telah ditempati tahunan tersebut milik Perhutani KPH Blora dan akan dialihfungsikan sebagai ruang hijau.

Setidaknya ada 30 rumah di kawasan tersebut, dengan rincian 18 rumah di lahan Perhutani KPH Blora dan 12 rumah lainnya di tanah perpajakan milik pribadi. Mereka diberi waktu hingga 7 Mei 2016 untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.

Camat Kunduran, Riyanto Warsito secara pribadi pada Rabu kemarin ikut turun ke lapangan untuk mengawasi pembongkaran rumah milik warga lokalisasi Yang Jrong di tanah Perhutani. Ia menyatakan bahwa Perhutani fokus pembongkaran 18 rumah yang berada di tanah bekas jalur lori. Sedangkan 12 rumah lainnya diharapkan juga menutup atau membongkar usaha yang berbau prostitusi.

“Berdasarkan kesepakatan kita berikan waktu batas pembongkaran hingga 7 Mei mendatang. Jika tetap membandel akan dibongkar paksa oleh petugas,” kata Riyanto Warsito, Camat Kunduran.

Seperti diberitakan sebelumnya, Perhutani KPH Blora bertekad membersihkan hunian ilegal yang menempati lahan miliknya. Terutama lokalisasi Yang Jrong yang secara ilegal menempati lahan Perhutani tanpa izin digunakan sebagai area prostitusi.

Berdasarkan pengamatan tim Info Blora kemarin, warga pemilik rumah di kawasan Yang Jrong tampak sibuk membongkar bangunannya sendiri yang sudah beberapa tahun ditempati. Satu persatu perabotan ditata untuk dipindahkan menggunakan truk.

Bangunan semi permanen mulai dicopoti. Genting yang ada di atas rumah dilepas dan ditata dibawah agar bisa digunakan lagi. Dinding-dinding yang terbuat dari kayu dan masih bisa digunakan mulai bongkar oleh pemiliknya.

Rini (34) salah satu warga yang tinggal lokalisasi mengaku pembongkaran rumah miliknya membuat ia harus balik ke kampung halaman lantaran sudah tak ada tempat lagi untuk dihuni.

Ya ini mau pindah, ini balik ke rumah di kampung lagi soalnya di sini sudah tidak punya lahan lagi buat di tempati,’’ ujar Rini.

Pada hari Rabu kemarin setidaknya ada lima rumah yang mulai dibongkar sendiri oleh pemiliknya. Mereka mengaku setelah di bongkar rini berencana membuka usaha di kampung halaman untuk biaya hidup kedepannya.

Camat Riyanto Warsitu menambahkan bahwa para pemilik bangunan di lokalisasi Yang Jrong bukan warga asli Kunduran. Mereka merupakan warga dari luar Kunduran yang mendirikan di lahan Perhutani yang saat ini menjadi tempat lokalisasi.

Mereka orang luar yang mendirikan bangunan disana, jadi ketika Perhutani meminta assetnya. Warga yang tinggal disana harus pindah dan membawa serta membongkar bangunan yang berdiri, ’’ pungkasnya. (rs/teg-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved