Blora on News :
Home » , , » Keren, Meski Stres Warga Panti Rehabilitasi Sosial di Blora Mampu Buat Batik

Keren, Meski Stres Warga Panti Rehabilitasi Sosial di Blora Mampu Buat Batik

infoblora.com on Apr 14, 2016 | 1:08 AM

Warga binaan penghuni Panti Rehabilitasi Sosial Pamardi Karya di Desa Ngampel Blora dilatih membatik. (foto: rs-ib)
BLORA. Panti Rehabilitasi Sosial eks Psikotik “Pamardi Karya” milik Dinas Sosial Jawa Tengah yang ada di Jl.Blora-Rembang km 10 tepatnya di Desa Ngampel ternyata punya cara jitu untuk melatih ketrampilan warga binaannya yang menderita stres atau terganggu jiwanya. Salah satunya melalui pelatihan membuat batik yang kini terus berjalan.

Seperti yang dilakukan pada Rabu (13/4) kemarin, warga binaan tampak antusias mengikuti kegiatan membuat batik dengan dibimbing oleh 3 pengasuh panti rehabilitasi sosial yakni Dian Sulistyaningtyas, Sopiah dan Sumini.

“Kami sudah 3 tahun ini melakukan pelatihan ketrampilan membatik. Antusias mereka juga bagus, dan sangat kreatif. Kebanyakan mereka membuat motif batik sesuai dengan kreatifitasnya. Kami hanya mengarahkan saja agar proses pembuatan batiknya bisa berjalan dengan baik,” jelas Dian, salah satu pembimbing ketrampilan batik, saat dihubungi Info Blora kemarin.

Beberapa batik yang dihasilkan warga binaan tampak bagus, sementara 2 warga
disamping tersebut sedang menggambar motif batik di kain putih. (foto: rs-ib)
Hasil dari pembuatan batik sendiri menurutnya sering diikutkan dalam berbagai acara lomba dan pameran, selain itu juga untuk dipakai kalangan sendiri. “Lumayan jadinya bagus, per bahan harganya mulai Rp 100.000,- higngga Rp 250.000,-. Kini juga ada beberapa pesanan dari kantor dan masyarakat sekitar,” ucap Dian.

Setidaknya dari 58 warga penghuni Panti Sosial Pamardi Karya, ada 10 orang yang bersedia membuat batik. Diantaranya Dewi Sukesi, Winarti, Samsudin, Indra, Saropah, Diah, Poniati, Wardoyo, Teguh dan Nur Cahyati. Mereka membuat batik dengan motif kupu-kupu, ikan, daun dan banyak lagi motif lainnya.

“Kami tidak memaksa mereka harus membuat batik, namun didasarkan pada kondisi kejiwaan warga binaan. Jika jiwanya sedang terganggu maka proses membatik tidak bisa dilakukan,” lanjut Dian.

Sementara itu Kasi Rehabilitasi Sosial, Sri Rusmanto menyatakan bahwa tujuan diadakannya pelatihan membatik adalah untuk menggali potensi bakat warga binaan. “Membatik bukan hanya menggambar motif, namun juga seni mewarnai. Dengan adanya ketrampilan membatik, mereka akan memiliki kemampuan baru yang bisa menunjang kehidupannya kelak jika sudah benar-benar dinyatakan sembuh,” kata Sri Rusmanto.

Tidak hanya membatik, warga binaan di Panti Rehabilitasi Sosial “Pamardi Karya” juga dilatih ketrampilan yang lain seperti membuat kerajinan pot bunga, pelatihan membuat batako dan belajar lainnya. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved