Blora on News :
Home » , , » Blora Kekurangan Petugas Penyuluh KB, 45 PLKB Terpaksa Tangani 295 Desa

Blora Kekurangan Petugas Penyuluh KB, 45 PLKB Terpaksa Tangani 295 Desa

infoblora.com on Apr 6, 2016 | 4:00 AM

Ibu-ibu PLKB mengisi acara pencanangan Kampung KB di Dukuh Temon Desa Temurejo, Selasa (5/4) kemarin. (foto: rs-infoblora)
BLORA. Pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Blora kembali digalakkan dengan pencanangan Kampung KB di Dukuh Temon Desa Temurejo Kecamatan Blora oleh Bupati H.Djoko Nugroho, Selasa (5/4) kemarin. Hanya saja pelaksanaan program KB di Kabupaten Blora terdapat sedikit kendala, yakni terbatasnya tenaga penyuluh lapangan KB atau PLKB.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kabupaten Blora, Winarno S.Sos menyatakan bahwa sampai saat ini di Blora hanya ada 45 PLKB yang menangani 295 desa/kelurahan.

“PLKB di Blora saat ini tinggal 45 orang, 2 diantaranya sudah mau pensiun. Padahal di Blora terdapat 295 desa/kelurahan. Setiap PLKB terpaksa mengampu 6 sampai 7 desa, sehingga penyuluhan KB belum bisa berjalan maksimal. Kami akan upayakan agar Pemkab bisa menambah tenaga PLKB,” jelasnya, Selasa (5/4) kemarin.

Sementara itu, Sekretaris BKKBN Jawa Tengah, Dra Erna Sulistyawati MM menyatakan bahwa idealnya satu tenaga PLKB mengampu 1 hingga 2 desa agar bisa maksimal dalam melakukan pelayanan KB.

“Tenaga PLKB idealnya menangani 1 hingga 2 desa, mulai sosialisasi sebelum nikah, pendampingan saat hamil hingga pasca kelahiran. Di desa tersebut, PLKB bisa mengetahui siapa saja yang hamil, berapa jumlah usia produktif dan tahu data kelahiran bayi. Jika PLKB harus mengampu 6-7 desa itu sangat besar, dan tidak efektif,” ucap Erna.

Dijelaskan Erna, bahwa di Jawa Tengah saat ini rata-rata anak yang dimiliki usia produktif adalah 2,5. Padahal KB menganjurkan setiap keluarga hanya boleh mempunyai 2 anak, baik laki-laki perempuan, laki laki semua atau perempuan semua.

“Pada tahun 2003 lalu di Jawa Tengah setiap keluarga rata-rata memiliki 2,1 anak, namun kini semakin menurun kualitas KB nya sehingga jumlah anaknya naik dengan rata-rata 2,5. Memang perlu digalakkan kembali program KB, salah satunya melalui pencanangan Kampung KB saat ini (kemarin-red),” lanjut Erna.


Menurutnya untuk keberhasilan program KB, seorang lelaki dan perempuan tidak boleh tergesa-gesa melakukan pernikahan. Untuk perempuan idealnya usia 20 tahun baru menikah dan melahirkan, sedangkan laki-laki usia 25 tahun. Selain itu jarak kelahiran anak juga harus diatur, idelanya 3 tahun baru punya adek lagi. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved