Blora on News :
Home » , » Derita Hydrocephalus, Sri Hanya Bisa Tiduran Pasca Dioperasi Tahun 2005

Derita Hydrocephalus, Sri Hanya Bisa Tiduran Pasca Dioperasi Tahun 2005

infoblora.com on Mar 17, 2016 | 1:30 AM

Adik Sri Wahyuni (12) hanya bisa tiduran di atas ranjang saat dijenguk Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si, Rabu (16/3) kemarin. (foto: ag-infoblora)
BLORA. Ternyata tidak hanya bayi Yemima (2 bulan) yang menderita penyakit Hydrocephalus di Desa Pengkolrejo Kecamatan Japah. Ada satu lagi bocah berusia 12 tahun yang menderita penyakit akibat penumpukan cairan di dalam otak tersebut, yakni Sri Wahyuni anak ketiga dari pasangan Podo dan Seniati warga RT 04 RW 07 Desa Pengkolrejo.

Berbeda dengan kondisi bayi Yemima yang belum dilakukan tindakan operasi, Sri Wahyuni yang lahir pada tahun 2004 ini sudah pernah dioperasi pada tahun 2005 di Rumah Sakit Roemani Semarang ketika berusia satu tahun.

“Adik Sri mulai diketahui menderita Hydrocephalus pada usia 4 bulan, tahun 2005 sudah dioperasi di Semarang hingga keluarga terpaksa menjual sawah. Namun hingga saat ini hasilnya tidak sempurna. Adik masih seperti ini, hanya bisa tidur, pertumbuhan fisiknya terganggu meskipun kepalanya sudah tidak sebesar dahulu. Di usianya yang sudah 12 tahun, namun fisiknya masih seperti anak 4 tahun,” jelas Sri Purwanti, kakak kandungnya, Rabu (16/3) kemarin.

Saat ditemui wartawan Info Blora, Sri Wahyuni penderita Hydrocephalus dalam posisi tiduran dan tak kuasa untuk bergerak ataupun duduk. Matanya tampak berkaca-kaca melihat banyak orang yang menjenguknya. Pertumbuhan organ tubuhnya tak normal, kakinya kecil seperti anak usia 4 tahun.

Sang kakak, Sri Purwanti menjelaskan bahwa saat ini Bapak dan Ibunya sedang kerja merantau ke Jakarta. “Bapak sejak tahun 1998 ke Jakarta kerja jadi cleaning service di Stasiun Gambir. Sedangkan Ibu baru beberapa tahun ini terpaksa ikut kerja ke Jakarta mencari rosok karena sawah disini sudah dijual untuk berobat adik,” lanjut Sri Purwanti.

Setiap bulan, kata Sri Purwanti, kedua orang tuanya selalu mengirimkan uang untuk merawat adiknya yang sakit tersebut. Kini Sri Wahyuni dirawat oleh bibinya dan kakaknya yang pertama. Sedangkan anak kedua, kakak Sri Wahyuni yang satunya juga ikut kerja ke Jakarta.

“Sampai saat ini tidak ada perawatan khusus yang kami lakukan. Paling kalau adik sakit, kami bawa ke dokter, bidan atau puskesmas. Keluarga sudah pasrah dan sabar merawat adik Sri Wahyuni,” lanjut Sri Purwanti.

Sementara itu, usai menjenguk bayi Yemima, Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si juga menyempatkan diri untuk menjenguk Sri Wahyuni yang masih satu wilayah desa dengan rumah bayi Yemima.

Sambil mengelus kepalanya, mantan anggota DPRD Jateng ini memberikan doa dan semangat kepada keluarga agar tetap semangat merawat Sri Wahyuni. “Semoga adik cepat sembuh dan keluarga diberikan kesabaran atas cobaan ini. Ini ada titipan bantuan dari Pak Bupati untuk mendukung pengobatan adik Sri,” kata Arief Rohman kepada Sri Purwanti.

Adapun Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, dr.Henny Indriyanti juga memberikan bingkisan makanan dan susu untuk peningkatan gizi penderita Hydrocephalus. “Akan kami dampingi untuk mengontrol kesembuhannya. Apalagi ini sudah dioperasi, semoga bisa dirawat lagi secara intensif,” jelas dr.Henny. (rs-infoblora)
Share this article :

2 komentar:

L.A IPUX said...

Selamat malam.. saya dapat info.. di daerah jepon juga ada yang menderita hydrosepalus..

L.A IPUX said...

Selamat malam.. saya dapat info.. di daerah jepon juga ada yang menderita hydrosepalus..

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved